Sabtu, 18 Mei 2013

cerpen


Hello, huh, udah lama gak ngepost cerpen, sekarang aku mau ngepost satu cerpen, aku juga memasukkan unsur jepang disini, tapi kalian gak usah khawatir, aku akan menerjemahkannya disini:
Sensei:guru
Senpai:kakak kelas
Dan suffix –kun dan –chan, dipakai untuk akhir dari nama orang tersebut. kaa-san:ibu. Tou-san:ayah.  munkin sekian dulu, dari pada panjang lebar mendingan kalian langsung aja baca....
First love and true love
First love, munkin gak akan nyambung dengan keadaan ku yang tak pernah mengenal cinta, ya namaku violeta ino. Aku hanya ingin menggapa cita-cita ku dulu, urusan jodoh belakangan. Jangan kan pacar, first love pun aku gak punya, padahal menurut teman-temanku aku lumayan cantik, dengan mata coklat terang,rambut yang panjang, warna rambut yang agak berbeda dari teman-temanku yaitu coklat cerah , kulit putih, tinggi, kaya, pintar. Lalu apa yang kurang? Terkadang temanku beranggapan aneh, cewek secantik kamu belum punya pacar? Yang benar aja? Apalagi diumur ku yang sudah menginjak 16 tahun.***
          Akhirnya bel pulang berbunyi. Aku segera melangkahkan kaki ku untuk segera pulang dan menyelesaikan pr yang diberi oleh sensei tadi. Baru saja beberapa langkah dari kelasku.
‘brukk’ aku terjatuh, mungkin aku menabrak seseorang. Aku melihat lututku yang sedikit lecet terlebih dahulu. Tiba-tiba seseorang mengulurkan tangannya di depan wajahku. “sini ku tolong” suara itu, itu suara seorang laki-laki. Aku pun menoleh kearahnya. Ia menunjukan rasa penyesalannya dengan berkata ‘maaf’. Cowok yang tampan gumamku. “heyy.. kok ngelamun” kata cowok itu yang langsung membuyarkan lamunanku. Lalu aku menggapai tangannya yang dari tadi ia ulurkan untuk menolongku. “gomen, ta-tadi aku terburu-buru” ucapku agak gagap.entah sejak kapan seorang violeta ino jadi gagap. “tak apa. Ini salahku juga. Perkenalkan namaku Iru.iru moela” untung saja ia memperkenalkan dirinya kepada ku. Jadi aku tak perlu repot-repot lagi mencari informasi tentang namanya. “aku ino. Violeta ino” jawabku. “wah nama yang bagus. Oh ya rumahmu di mana?” “eeh?” aku sedikit terkejut dia bertanya dimana rumahku.
“jangan terkejut, aku hanya ingin mengantarkanmu pulang, kaki mu mungkin masih sakit untuk berjalan” “rumahku dijalan mangga” jawabku “oh berarti kita searah, rumahku dijalan apel” aku terkejut. ‘jalan apel’ gumamku. Hah itukan hanya beberapa blok dari rumahku. “ayo kita pergi” iru menggenggam tanganku. Muka ku memerah. Karna ini pertama kalinya seorang laki-laki menggenggam tanganku.
Akhirnya kami sampai di sebuah tempat parkir. ia membuka jok motor berjenis ninja itu lalu mengambil sesuatu dari dalamnya. “pakai ini” katanya sambil memberikan ku sebuah helm yang tersimpan didalam jok motornya. “arigatou” “ayo naik” aku pun naik. Ia menyuruhku berpegangan kepinggangnya. Aku ingin menolak, tapi kalau tidak berpegangan aku pasti akan terjatuh.
Disepanjang perjalanan kami hanya diam. Paling dia yang akan mulai mengajakku bicara untuk mencairkan suasana. Tak terasa akhirnya kami sampai dirumahku. “arigatou  iru-kun” aku berterimakasih padanya. Ia hanya tersenyum. Walaupun mukanya masih tertutup helm tapi aku tau dia itu sedang tersenyum.***
Hari sudah malam aku baru saja menutup buku-ku. Aku sudah selesai belajar. tapi entah kenapa, aku masih ingat kejadian tadi siang. ‘iru’ gumamku. Aku tak tahu ini perasaan apa. Tapi kucoba saja bertanya pada sahabatku, siapa tau ia mengerti dengan hal ini.***
‘hey’ tiba-tiba ada seseorang yang membuyarkan lamunanku, suara itu yang dari tadi aku cari. “vely, kamu dari mana aja, dari tadi aku cariin lho” kataku sambil menoleh melihat sahabatku yang cantik ini. “tumben cari aku, emangnya ada apa?” tanya fely sambil duduk dibangku sebelahku. “ka-kamu kenal gak sama i...iru?”
“iru? Oh... iru, aku kenal, dia senpai kita lho.. dia sekarang kelas 11-3. Dia cowok yang tampan,dia juga memiliki banyak penggemar cewek.dan katanya dia baru putus dari cewek  yang tega selingkuhin dia. Padahal dia kan gak pantes diselingkuhin.rumahnya dijalan apel. Beberapa blok dari rumahmu. Emangnya kenapa?” sahabat ku yang satu ini menjelaskan panjang lebar. “eeh, kok kamu bisa tau sebanyak itu?” “kamu belum tau yah? Dulu aku kan juga penggemar iru-senpai. Tapi sekarang aku udah gak lagi, soalnya aku kan udah ada~~~” “iya aku tau” potongku dengan cepat “oh ya kamu kenapa tanya tentang iru-senpai? Jangan-jangan kamu suka dia ya? Selamat ya ternyata sahabatku yang satu ini masih normal.” hal yang dari tadi kutakutkan pun terjadi, pasti vely akan bertanya padaku. “eeh? Gak, aku Cuma tanya ajha. Kata siapa aku gak normal hah?”tanyaku sedikit membentak “he he he.. aku Cuma bercanda”***
“ino aku pulang dulu ya,pelajaran dari sensei tadi buat aku sakit kepala” vely langsung melangkahkan kakinya keluar kelas. Akupun telah selesai memasukkan barang-barang ke tas ku dan bersiap untuk pulang. Aku melangkahkan kaki ku menuju gerbang dekat lapangan parkir. “eeh? Itu bukannya senpai?dia sedang apa?” gumamku dalam hati .aku segera bersembunyi didekat pohon. waaa!! Aku terkejut, dia ternyata bersama seorang cewek, cewek yang cantik. Wah mereka terlihat akrab sekali. Jangan-jangan mereka pacaran? Gumamku.entah kenapa hatiku terasa sakit dan Tiba-tiba aku menangis.aku menyandarkan badanku kepohon tempat aku bersembunyi. Jadi senpai sudah punya pacar? Tapi tadi kata vely dia baru putus. Munkin mereka baru jadian. Kan cewek yang ngantri banyak. Jadi iru-senpai tinggal pilih yang mana saja.

Iru pov
          Aku melihat seseorang yang sedang bersandar dipohon. Sepertinya aku mengenal dia. “ryssa, kamu bisa pulang sendiri kan? Soalnya aku masih ada urusan” ryssa pun mengangguk tanda setuju, lalu ia segera pergi. Melihat ryssa sudah pergi aku pun langsung berjalan ketempat seseorang yang sepertinya sedang sembunyi. Betul dugaan ku. aku mengenal dia, dengan rambut yang mencolok tentu saja dengan mudah aku mengenali dia. “hy ino-chan!! Eeh? Kamu kenapa? kok kamu nangis?” ino pun melihatkan wajahnya padaku. Mata  yang biasanya memancarkan kecerian itu, kini sembab. Ia langsung berdiri tanpa menjawab pertanyaan ku dulu.
          Ino pov
          Aku tak kuat menatap wajah itu lagi, aku pun langsung pergi tanpa menghiraukan pertanyaannya tadi. Tiba-tiba ia menggenggam tanganku, aku pun memberontak. Tapi itu percuma tenaganya lebih besar dari ku. “heyy, kamu belum menjawab pertanyaan ku ino-chan?” aku yang dari tadi hanya diam, hanya bisa melontarkan satu kata “baka” kataku. Aku melihat ekspresinya bingung menatapku. “senpai, tolong lepaskan aku” kataku memohon. “aku takkan melepaskan nya sebelum kau cerita padaku. Aku tak suka melihat wanita menangis dihadapanku, tanpa aku tau sebabnya.” “maaf senpai, aku tak bisa cerita” “oh gitu.maaf, munkin ini adalah privasi mu,tapi jangan menangis lagi ya. hmm, apa kau mau ku antar pulang ino-chan? Munkin kita akan berjalan-jalan sebentar agar kau merasa lebih baik.” Aku bingung apa harus ikut, atau tidak. Tapi nanti aku menyesal kalau tidak ikut, akhirnya aku pun menganggukkan kepalaku dengan perlahan.
          “senpai, kita akan jalan-jalan kemana?” tanyaku malu-malu. “jangan panggil senpai kalau sudah diluar sekolah, panggil iru saja. Hmm, kamu maunya kemana ino-chan?” “aku gak tau, tadi kan sen- maksudku iru-kun yang mengajak.” “bagaimana kalau kita makan siang dulu?” “baiklah, aku juga sudah lapar”***
          “bagaimana rasanya enakkan?” tanyanya sambil menunjuk ramen yang ada didepanku “iya enak” “hm- aku boleh tidak mencicipi ramen mu itu, sedikit saja” aku yang mendengarnya pun langsung kaget. “bo-boleh” iya pun langsung mengambil sumpit dan makan berdua dengan ku. Hal yang tak terduga pun terjadi, ujung mie ramen yang kumakan sama dengan ujung mie ramen yang iru makan. Kami pun terdiam, akhirnya aku memotong ramen yang kumakan. “ino-chan, bagaimana nanti sebelum pulang kita pergi ke suatu tempat dulu?” “ke-kemana iru-kun?” “ra-ha-si-a” “terserah kamu saja”.
          Setelah selesai makan kami pun pergi ke suatu tempat yang aku sendiri tak mengetahuinya. Akhirnya kami sampai kesuatu tempat. Waah!! Mataku melebar melihat pemandangan hamparan bunga yang sangat indah. Ditambah background sore hari yang menambah indah nya tempat ini. “bagaimana? Bagus kan? Ini tempatku untuk melepas penat.” Ia pun tidur dihamparan padang rumput, yang juga ditumbuhi bunga. Dia menepukkan tangannya di sebelah padang rumput, mengisyaratkan untuk aku juga berbaring di sebelahnya. Ia menatap langit yang berwarna kemerah-merahan. Dari raut wajahnya sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.
Iru pov
          Entah kenapa aku jadi memikirkan sesuatu, pikiran yang selalu mengusikku akhir-akhir ini. Aku bingung ini sebenarnya perasaan apa. Aku selalu merasa nyaman ketika berada di samping gadis yang sedang berbaring disebelahku ini. Sekilas aku melirik wajahnya, terkadang tatapan kami bertemu. Tapi ia langsung memalingkan wajahnya terlebih dahulu. sudah hampir satu jam kami disini. “ino-chan” “ya, ada apa?” “ayo kita pulang. Hari sudah hampir gelap” “ayo”. Kami pun segera berdiri. Sebenarnya aku masih ingin berlama-lama disini bersama ino. Tapi hari sudah hampir gelap.
Iru pov end
Normal pov
          Sepasang muda-mudi itu pun melangkahkan kakinya ke sebuah sepeda motor berjenis ninja itu. Mereka masih asyik dengan pikiran masing-masing. Di dalam perjalanan pun mereka hanya terdiam. Karna dari tadi mereka diam, akhirnya sang gadis itupun memulai percakapan “ano``` ano.. iru-kun sudah punya pacar?” terlihat wajah gadis penyuka warna violet itu sedikit memerah. “hmm.. memangnya kenapa?” jawab pria itu sesantai munkin. “aku hanya ingin tau, tadi ku lihat iru-kun sedang bersama seorang gadis didekat parkiran sekolah. Kau terlihat akrab sekali dengannya,dan aku berpikir itu pacarmu.apa benar?” seperti nya pria yang dipangil iru pun tampak berpikir. “oohh cewek itu? Dia itu adikku tepatnya adik sepupuku. Namanya ryssa. Ohh aku mengerti jadi kau menangis tadi gara-gara melihat aku seperti orang pacaran dengan adikku ya?” yang dituduh pun langsung tertunduk malu. “bu-bukan, aku menangis bukan karna itu” “jangan-jangan kau menyukaiku heh?” “aku-aku tidak menyukai senpai, senpai ke gr-an” “oh ya sudah. Oh ya kita sudah sampai”
          Ino pun turun lalu mengucapkan terima kasih kepada iru “arigatou iru-sen, eh iru-kun”  ia hanya tersenyum, lalu melesat pergi. Hari ini ino sangat senang, bisa berduaan dengan seseorang yang membuatnya nyaman, ia teringat kepada sahabatnya. Ia harus segera memberitahukan ini kepada sahabatnya. “eh ino, kau sudah pulang?” tanya okaa-san yang munkin bisa dikatan mirip dengannya. “iya okaasan. Aku mau mandi dulu ya” ino melangkah ke kamarnya. “eh ino tunggu” aduh, mati dia pasti otousannya bakal nanya dia dari mana saja. “ya, ada apa otousan?” “kamu dari mana saja?” benar seperti dugaan ino. “ano.. aku tadi habis belajar kelompok, makanya pulang agak sore, tadi mau kasih kabar sama otousan tapi pulsa ku habis” “oh ya sudah kalau begitu, cepat mandi sana!!” huh, untung saja dia tidak ditanya lebih lanjut.***
          Ino pov     
‘vely dimana ya? Ah itu dia’ gumamku. Aku pun segera mendekat ke sahabat ku itu. “hey vely” sapaku sambil duduk disampingnya “hey, ada apa?” “aku mau cerita sesuatu, tapi kamu janji ya bakal ngerahasiain ini” vely pun menatap ino heran, tak seperti biasa ino bersikap seperti ini. “iya aku janji” muka ino pun langsung memerah. “ano.. ano... aku suka sama i-iru sen-senpai” “aku gak salah denger kan?” “gak, vely-chan gak salah denger kok” “kamu yakin ino? Bukannya kamu bilang lebih mementingkan pelajaran dari pada urusan cinta?” “baiklah, aku menarik kata-kataku” “apa kamu sudah mengungkapkan perasaan kamu sama dia?” “si-siapa? Iru-senpai? Aku belum memberitahukannya” “aku ada ide” tiba-tiba saja ada sebuah lampu menyala di atas kepala vely. “ide? Ide apa?” tanya ino heran. “gini, gimana kalau kamu ajak dia ke sebuah tempat. Tempat yang menurut kamu bagus, lalu kamu ungkapkan cinta kamu ke dia” kata vely dengan bersemangat. “tapi, bukannya laki-laki yang harus memulai, aku kan perempuan” “eh? Ini bukan zaman dulu inooo ku sayang... sekarang perempuan yang memulai dulu gak masalah, dari pada nanti dia malah di ambil orang” kata vely sampil mengerucutkan bibirnya “oh gitu ya. He hehe”     “apa kamu sudah memikirkan tempat nya?” aku bingung, tempat apa ya? “oh iya sudah” “kalau begitu kita susun rencana~”***
Pertama, mana hanphone ku? Hanphone violet dengan 2 permata kecil di samping layarnya. ‘huh akhirnya ketemu’ aku sms atau telpon ya? Sms aja, aku takut mengganggu.
“iru senpai, nanti sore ada waktu?” (pemberitahuan: sms terkirim) aduh kok belum dibalas ya. 1 menit, munkin sebentar lagi. 2 menit. Apa dia belum tau ya. 3 menit. Aduh, kok belum di balas. 4 menit. Aku jadi kayak orang gila. 12 menit.
(sms masuk)
From:iru-kun
“tidak emangnya ada apa?”
          To: iru-kun
“ano``` aku mau ngajak iru-kun ketempat biasa, bisa?” (terkirim)
          Sms masuk.
          From:iru-kun
“bisa, bisa.aku juga pengen ngajak kamu kesana. Adahal yang mau aku bicarakan sama kamu”
          To:iru-kun
“ok, aku tunggu dirumahku jam 4”
          Huh senangnya. Tapi, apa yang mau dibicarakan oleh iru-kun ya?”***
          ‘Teeeeet’ horee, bel pulang sudah bunyi. Pengen cepat-cepat pulang terus pergi deh ketempat rahasia aku sama iru-kun. Aku berjalan menyusuri koridor sekolah, seorang diri. Aku berjalan  melewati parkiran sekolah, karna pintu gerbang memang dekat dari sana. ‘oh god!’ di sana ada iru-senpai, ia melihat kearahku, tatapan kami bertemu. Lalu ia terenyum, senyumannya itu yang membuatku hampir pingsan. “hy ino-chan, pulang bareng yuk” belum sempat aku menjawab, ia langsung memberikan sebuah helm padaku, ada yang janggal dari helmnya, helmnya berwarna violet. Warna kesukaanku. “helm itu memang khusus aku beli untuk kamu” tiba-tiba wajahku memerah. Munkin lebih merah dari pada kepiting rebus. “tunggu apa lagi? Ayo naik” aku pun segera naik dan memeluk pinggangnya erat.diperjalanan aku yang  memulai percakapan terlebih dahulu. “apa nanti kita jadi pergi, senpai?” “tentu saja. lagian aku kangen dengan tempat itu”***
          ‘aku pakai baju apa?’ udah 2 jam aku mengobrak abrik lemariku, berharap ada baju yang cocok untuk aku pakai. ‘yang mana ya? Ah yang ini aja’ aku memilih baju dress berwarna violet dengan motif bunga putih dibawahnya. Aku langsung pergi melesat ke kamar mandi ku.***
          ‘tok-tok-tok. “Maaf nona ada tamu didepan. Katanya ia menjemput nona untuk pergi” kata bi sisi. “iya bi, aku akan segera keluar” ahh, itu pasti iru-kun. Aku pun langsung menuruni anak tangga. “mau kemana ino?” munkin mama heran melihat tampilan ku seperti ini. “ano ma,, enggg. Aku mau pergi sama teman, oh iya ma, aku pergi dulu ya” aku segera pergi karna mama pasti akan bertanya lebih banyak.
          “konnichiwa iru-kun” aku menyapa iru yang ada di depan pintu rumahku. Ia melihat ku dari ujung kaki, sampai ujung kepala. “kamu cantik sekali ino-chan” mendengar itu, muka ku munkin sudah seperti buah tomat. “ayo kita pergi” iru-kun menggenggam tanganku.aku terkejut melihat kendaraan apa yang ada di depan mataku ‘aku gak salah lihat kan? Aku dan iru-kun akan pergi dengan sepeda?’. “ino, kita akan pergi dengan sepeda. Gak apakan?” sebenarnya aku pengen naik motor, karna aku ingin memeluk iru-kun.  “gak-gak apa-apa iru-kun. Aku ke garasi sebentar ya?” “mau apa?” “mau mengambil sepedaku!” “gak usah, kita boncengan aja” apa? Boncengan? Ingin aku berteriak tapi lidahku terasa kelu. “ba-baiklah” entah sudah berapa kali wajahku memerah karna ini.
          Aku duduk di depan iru-kun. Karna memang sepedanya tak ada goncengan dibelakangnya. gak munkin kan aku berdiri. Ini hanya perasaanku saja atau bagaimana, tapi aku merasakaan detak jantungnya yang begitu cepat.***
          Akhirnya kami sampai di sini. Ya, di padang rumput yang ditumbuhi bunga-bunga yang sangat indah ini. Kami pun membaringkan tubuh kami diatas reumputan itu dan menatap langit senja. “ada yang mau aku bilang sama kamu” aku terkejut, iru-kun mau ngomong apa? “aku..aku~ aku suka sama ka~kamu” aku terkejut setengah mati. Harusnya kan aku yang ngomong kayak gitu, tapi tak apalah. “ehh?gimana responmu, kok Cuma diam? Kalau kamu gak punya perasaan yang sama dengan ku, aku tak keberatan kok” “aku... aku juga... suka sama iru-kun” hening, aku ingin bicara, tapi lidah ku kelu. “jadi mulai sekrang kita pacaran ya?”tanya iru-kun “ehh, iya-iya” tak dapat kuhitung berapa kali wajahku merona hari ini. Hari ini adalah hari yang tak akan kulupakan.
          “iru-kun, tadi rencananya aku yang mau bilang kayak gitu duluan, tapi iru-kun malah duluan” kataku sambil menggembungkan pipiku. “yang benar? Pantasan kamu dandan secantik-cantiknya. Asal kamu tau, tanpa kamu dandan cantik pun, kamu udah paling cantik dimata ku” seketika itu wajahku kembali merona “iru-kun gombal” “ino, pipi kamu meraah,manisnyaa. Aduh malah tambah merah. hahahahah” aku pun meninju ninju kecil perut iru-kun.
          “udah mulai gelap, ayo kita pulang” aku pun mengangguk. Lagi-lagi iru-kun menggenggam tanganku.***
          Pagi ini, aku ingin datang lebih pagi, untuk memberitahukan sahabatku tentang status hubungan ku sekarang dengan iru-senpai. “vely, sini-sini, aku mau cerita” aku langsung memanggil sahabatku yang baru datang itu. “ada apa sih ino?” “oh ya, aku jadian sama iru-senpai” “apaaaa?” “eh jangan kencang-kencang” “iya maaf, maaf. Tapi, yang nembak duluan kamu kan ino?” “enggak, yang nembak duluan justru iru-kun, jadi rencana kita kemarin kurang berhasil” “tapi tetap jadian kan?” “iya-iya” “oh iya, jangan lupa pajak jadiannya ya? Kutunggu nanti pas istirahat” “ok..ok”***
          Bel istirahat akhirnya berbunyi. “vely, temenin aku ke kelas iru-senpai donk” kata ku sambil menarik tangannya. “ok, lagian aku kan juga mau minta pajak jadian kalian”
          Aku berharap iru-kun masih ada dikelasnya dan benar dugaanku, iru-kun sedang mencatat dan munkin hampir selesai. “mau cari siapa?” kata seorang senpai yang aku sendiri tak mengetahui namanya “hey anna, jangan ganggu dia, dia itu pacarnya iru lhoo” “oh jadi kamu yang namanya ino?” aku takut. Dia kakak kelas, aku takut ia akan marah-marah padaku. “heyy, ada apa ini? Jangan pernah mengganggu ino, atau kalian tau akibatnya” untung saja iru-kun langsung datang. “iru-kun, tapi aku kan lebih dulu menyukaimu dari pada dia” telunjuknya tepat menunjuk di wajahku. “maaf anna, cinta itu tak dapat dipaksakan. Oh iya ino, ayo kita pergi” “iru-senpai, apa tak apa?” “tak apa, ayo kita segera kekantin, oh ya siapa nama temanmu itu?” “hello iru-senpai, nama ku velyta angela. Kelas 10-2” “kalian sekelas ya?” kami pun mengangguk. “iru-senpai, vely tadi minta pajak jadian lho kekita! Apa boleh iru-kun?” aku pun memasang jurus puppy eyes ku, yang tak dapat dihindari orang. “baiklah-baiklah, aku akan traktir kalian berdua” “benarkah?” “iya” “hore” kami pun segera meloncat-loncat kegirangan. Iru-kun yang  melihat itu hanya tersenyum.
          “baiklah kalian mau makan apa? Biar aku pesankan!” tanya iru-senpai sambil melihat menu makanan “aku mau makan bakso ditambah jus jeruk, kamu mau apa ino?” tanya vely “emm, apa ya? Aku mau nasi goreng aja deh.trus minumnya air mineral aja. Iru-senpai mau makan apa?” “aku juga sama kayak kamu, aku nasi goreng aja” iru-kun pun memesankan makanan untuk kami. Sambil menunggu pesanan kami hanya ngobrol ringan.
          Akhirnya pesanan tadi datang. Vely pun memakan baksonya dengan lahap, tapi ku lihat iru-kun Cuma memandangi nasi goreng yang ada di hadapannya. “iru-senpai kenapa?” “aduh ino, kamu kok gak peka banget sih, iru-senpai kan mau kamu suapin” mendengar jawaban dari vely. sontak wajahku dan wajah iru memerah. “bu-bukan begitu kok” “iru-kun mau aku suapi? Gak apa-apa kok” aku segera mengambil nasi goreng yang ada dipiringnya. “ayo buka mulutnya iru-kun” iru pun membuka mulutnya. “wah romantsinya. Kalian memang pasangan yang paling serasi” kata vely sambil mengacungkan kedua jempolnya.***
          Selama 4 bulan ini hubungan kami tak ada masalah. Tapi, tiba-tiba saja iru-kun menelpon ku dan ngajak ketemuan. Aku pun segera ketempat kami biasa bertemu. Aku melihat iru-kun yang mentap langit dengan perasaan sedih.
          “iru-kun sudah lama ya?” tanyaku mengawali pembicaraan. “aku baru saja sampai” jawabnya datar. “ada apa iru-kun mengajak ku kemari?” hening. 1 menit. 2 menit. 3 menit. 4 menit.5 menit. “iru-kun?” “aku, aku akan pindah dari sini! Dan aku taktau kapan aku akan kembali” mendengar itu sontak aku langsung terkejut. “ke-kenapa iru-kun?” “ayahku mengajakku untuk pindah ke Australi. Aku sempat menolak, tapi ayahku menang,dan Kami akan pindah besok” tangis ku pecah, ini hanya mimpi kan? Aku gak mau pisah dengan iru-kun. Aku baru saja mencintai seseorang, dan sekarang seseorang itu pergi dari hidupku. Air mataku tak berhenti mengeluarkan air mata. Iru mengeluarkan sebuah kalung kupu-kupu berwarna violet. “aku mohon, simpan ini” katanya sambil memberikan kalung kupu-kupu itu. “ino lihat aku” ia menggenggam tanganku. “tolong jangan menangis. Aku mohon. Aku tak tahan melihatmu menangis. Aku tahu suatu saat kita akan bertemu lagi. Karna aku tau kamu yang ditakdirkan untukku, munkin ini Cuma ujian. Keep my promise honey! Aku akan mencari kamu kembali. Jadi tolong jangan menangis” ia melepaskan tanganku dan mengecup pipiku lalu pergi. Segini sakitnya kah ditinggal orang yang kita sayangi?
          Aku pun pulang dengan langkah gontai, dan langsung masuk kekamarku. Rencananya aku tak akan sekolah besok. Aku terus menangis tak henti-hentinya. Munkin mata ku sudah sangat memerah sekarang. Akhirnya aku pun tertidur.
         
          “ino, kok belum bangun?”kata kaa-san, membangunkan tidurku. “kaa-san, aku sekarang gak sekolah ya? Kepalaku sakit” “oh gitu, ya sudah, nanti mama kirimkan surat kesekolah kamu ya!” aku hanya mengangguk.
          Normal pov
          Seorang anak gadis cantik berjalan dikoridor sekolah. Mungkin ia akan menuju kelas nya. “ohayou minna san” ia pun segera duduk diatas bangkunya.ia melihat bangku disebelahnya. ‘masih kosong’ “tumben ino-chan jam segini belum datang. Biasanya kan ia selalu datang lebih awal dariku”
          Bel masuk pun berbunyi. ‘sepertinya ino memang tak masuk hari ini.’ Tiba-tiba ada seseorang yang menggetuk pintu kelas. “masuk” kata sensei yang sedang mengajar mereka. “maaf sensei. Ini ada surat dari violeta ino. Ia sedang sakit, jadi tak bisa masuk” kata petugas yang mengantarkan surat. ‘apa ino sakit?’ gumam vely. Ia pun berencana akan melihat ino usai pulang sekolah***
          ‘tok-tok-tok’ kreet, suara khas seseorang yang sedang membuka pintu. “eh, vely? Ayo masuk, ino ada didalam” seorang wanita cantik yang mirip dengan ino, ya tepatnya ia adalah ibunya ino. “terima kasih tante”. Vely pun bergegas menuju kamar ino yang memang berada di lantai dua. “ino, ini aku vely. Boleh aku masuk?” yang ditanya hanya diam. Vely melihat pintu yang mungkin tak terkunci. Ia segera membuka pintu dan benar!! Pintunya tak terkunci. “ino, aku tau kau belum tidur. Apa kau benar-benar sakit?” yang ditanya tetap tak menjawab. “ino, apa kau ada masalah? Kalau ada cerita lah. Kita kan sahabat, tak ada yang perlu kau tutupi!” ino pun menegakkan badannya dan menyandarkan punggungnya kesandaran tempat tidurnya.
         
“ini tentang iru-kun” mata ino tampak sembab. Munkin ia menangis sepanjang hari. “ada apa tentang iru-senpai? Tega-teganya ia menyakitimu, biar aku beri pela..” “tak akan bisa vely, ia sudah pergi” ia terkejut. “pergi? Maksudnya pergi kemana ino-chan, aku tak mengerti!” “ia pindah ke australi” hening. Hanya tangis yang terlihat  dari pipi gadis cantik itu. Gadis yang baru pertama kali merasakan arti sebuah cinta. “kau harus tegar ino. Aku pasti akan membantumu melupakan dia” katanya sambil mengusap pelan punggung sahabatnya itu. “aku-aku tak akan bisa melupakannya vely.. tak akan bisa!!” “ke-kenapa?” “karna ia berjanji akan menemuiku. Tapi aku tak tau kapan” “aku tau iru-senpai itu orang yang menepati janji. Ia pasti akan menemuimu lagi. Tapi ia munkin tak ingin melihat kau selalu bersedih bukan? Sekarang tersenyumlah munkin iru-senpai akan senang melihat kau tersenyum kembali” “arigatou vely-chan. Kau memang sahabat yang baik” “ya sama-sama. Oh ya! Aku harus segera pulang. Jaa ino-chan” “jaa vely-chan”***
Setelah 3 tahun
Ino pov
Sekarang sudah tiga tahun sejak iru-kun pergi dari sisiku. Belum ada orang yang dapat menggantikan posisinya. Setelah tiga tahun, aku tumbuh menjadi wanita cantik, sangat cantik munkin. Aku membiarkan rambut coklatku panjang dan tergerai indah.aku sekarang kuliah di universitas ternama dikotaku. “nona ino. Tuan, dan nyonya memangil anda untuk segera datang ke ruang keluarga. Penting katanya” kata bi sisi yang segera melangkah pergi.
aku pun segera melangkahkan kakiku menuju keruang keluarga. Aku mengintip sekilas. Wah siapa yang datang? “eh ino, ayo duduk disini” kata kaa-san yang mempersilahkan aku duduk. “kaa-san ada apa?” “kita langsung to the point aja ya. Kamu akan dijodohkan dengan anak dari bapak ini!” aku sungguh terkujut karna itu. “apa dijodohkan? Aku gak mau..aku punya seseorang yang sudah mengisi hatiku sampai detik ini” “siapa ino-chan?” tiba-tiba ada seorang pemuda tampan yang berdiri di depan pintu. aku rasa wajahnya tak asing bagiku. “kau masih memakai kalung itu ino-chan?” aku tau itu adalah iru-kun. Wajahnya terlihat lebih dewasa “jadi kalian sudah saling mengenal ya? Baiklah ino kau akan dijodohkan dengan iru moela. Anak dari pemilik perusahaan kedua terbesar di australia. Jadi kau memang benar akan menolaknya?” aku hanya menggelang. “mana munkin ino akan menolak tawaran dariku. Iya kan ino?” tanyanya sambil menatap ku. “aku-aku tidak jadi menolaknya kaa-san” bukannya aku matre, karna ia seorang pengusaha kaya. Tapi karna ia adalah orang yang selama ini mengisis hatiku dan menghilang begitu saja. sungguh perasaan hatiku sekarang berbunga-bunga.
Iru-kun mengajak aku untuk keluar. Dia mengejak ku ketempat yang sering kami kunjungi 3 tahun lalu. Kami duduk di dekat sebuah pohon yang besar. Dulu pohon ini memang tidak ada. Pohon ini munkin tumbuh setelah 3 tahun. “tak banyak yang berubah ya?” tanyanya padaku “i-iya” “kamu juga gak berubah, masih cantik seperti dulu” blush~ wajahku langsung memerah.
“aku sudah berjanjikan akan mencarimu kembali? Dan untung sekarang kamu masih menungguku!” katanya sambil tersenyum dan mengacak-ngacak rambutku. senyum itu. Senyum yang selama ini aku nantikan. “iru-kun” “hmm.. ada apa?” “aku-aku kangen banget sama iru-kun” aku langsung  memeluk iru-kun. “apa iru-kun tau, kalau aku menderita dengan rasa rindu ini. Disaat aku melihat teman ku dengan mesranya bersama kekasihnya,sedangkan aku harus menunggu iru-kun yang aku sendiri tak tau kapan akan kembali” kataku sambil menangis “tolong jangan tinggalkan aku lagi. Aku gak bisa hidup tanpa kamu iru-kun. Because you my first love.” “aku tak akan meninggalkanmu lagi. Because you my true love.” ‘munkin hanya maut yang bisa memisahkan kita berdua. Hanya maut’
-TAMAT-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar