Pair:NaruHina
Author: hyuuga lavender(divaa)
Disclaimer: naruto/ masashi kishimoto-sensei
Genre: romance, hurt
Warning: GaJe, judul yang gak nyambung sama ceritanya. Abal-abal.
OOC, aneh, ceritanya gak masuk akal.
I WANNA
MAKE YOU LOVE ME
Perkenalkan
nama ku hyuuga hinata. Anak sulung dari keluarga hyuuga. Ya, keluarga hyuuga
adalah keluarga terhormat. Yang mengharuskan ku harus memiliki sopan santun
sebagai keturunan bangsawan. Sekarang umurku 15 tahun umur yang cukup wajar
untuk meiliki seorang kekasih. Tapi dikeluarga kami tak ada yang namanya
pacaran. Ketika aku sudah besar nanti, kami akan dijodohkan dengan orang
pilihan yang tentunya juga berasal dari keluarga terhormat. Aku sebenarnya
ingin menentang itu semua, tapi aku tak bisa. Memang itu tradisi kami,
menjodohkan anak mereka dengan orang
yang tepat –menurut mereka-. Dan rencananya aku akan dijodohkan dengan anak
yang bermarga namikaze. Ya, namikaze. Namikaze juga keluarga terhormat. Aku
akan dijodohkan dengan namikaze~naruto. Ia teman satu sekolah denganku.Tapi
kami tak pernah akrab. Apa lagi aku juga tak pernah sekelas dengannya.
Tapi aku rasa, kalau aku dijodohkan
dengan dia rasanya aku tak keberatan. Aku juga menyukainya, Sangat.. aku suka
melihat cengirannya yang khas. Tapi aku tak tau apa ia juga menyukai ku atau
tidak. Aku ingin menanyakannya langsung, tapi aku takut, aku tau ia tak suka
dengan acara perjodohan ini. Apa lagi aku tau dari teman-teman ku kalau ia
menyukai sakura. Tepatnya haruno sakura. Gadis yang agak tomboy menurutku. Ia
memiliki rambut pendek berwarna pink seperti buble gum. Aku akui ia memang
cantik. Tentu saja naruto menyukai dia.
2 bulan lagi umurku menginjak 16
tahun. Dan diumurku ini aku harus segera bertunangan dengan naruto. Malam ini
keluarga hyuuga dan keluarga namikaze akan bertemu. Dan aku harus siap-siap
agar aku tampil cantik saat pertemuan nanti.***
‘Tok,tok,tok’ akhirnya datang, ya itu
sahabatku. Namanya yamanaka ino. Dia gadis cantik berambut pirang panjang. Ia
datang kesini ingin membantuku untuk merias wajahku. “hy ino-chan. Ayo kita
langsung kekamarku” sambil menarik pergelangan tangannya. Aku memang tidak
gugup kalau berbicara dengan sahabatku yang satu ini. “boleh aku melihat kimono
yang akan kamu pakai hinata-chan?” Aku langsung menguluarkan sebuah kimono
berwarna putih dengan warna ungu diujung kimononya. “wah kimono ini bagus
sekali” “arigatou ino-chan” “ayo kita mulai merias” kata ino.
Setelah 2 jam ino selesai merias
wajahku. “wah cantik sekali ino,kamu memang berbakat” ino memang sangat pandai.
Ini sesuai dengan keinginanku.rambutku disanggul agak tinggi, yang melihatkan
leher jenjangku, bedak yang tidak terlalu tebal, eyeshadow berwarna ungu, blush
on berwarna merah muda, dan lipstik yang hampir sewarna dengan bibir mungilku
ini, pink. “kamu terlihat sangat cantik hinata-chan” “arigatou ino-chan, ini kan
berkat kamu juga, oh ya aku harus membayar berapa untuk ini ino-chan?” “ahh,
jangan begitu hinata-chan, ini free untuk sahabatku yang akan tunangan ini”
sontak wajahku memerah “begitukah? Sekali lagi arigatou ino-chan” “ya
sama-sama, aku harus pulang dulu. Jaa hinata-chan” “jaa ino” ino pun segera
keluar dari kamarku.
“nona, ayo segera turun. Acara akan
dimulai” seorang pelayan memanggilku. aku pun segera menuruni tangga dari
kamarku. Itu dia namikaze naruto. “tou-san aku tak mau ada acara perjodohan
ini” kata naruto sambil menarik-narik uujung baju ayahnya “tenanglah naruto,
hinata-chan kan anak yang manis dia kan juga baik, kau pasti akan suka
dengannya” “tapi tou-san~” “cukup naruto” naruto pun langsung terdiam. Aku pun
masuk kedalam ruang acara itu. Semua mata tertuju padaku. Aku sedikit gugup.
“wahh, cantik sekali” aku mendengar begitu banyak pujian. “tou-san apa benar
itu hinata?” terdengar naruto yang bertanya pada tou-san nya. “iya, itu hinata.
Ia cantik kan?” “tidak juga, menurutku lebih cantik sakura-chan” mendengar itu
hatiku langsung teriris. Percuma saja aku berdandan seperti ini. Kalau tetap
yang paling cantik tetap sakura dimatanya.
Aku pun segera duduk. Aku sebenarnya
ingin pergi dari sini. Aku tau naruto tak akan bisa mencintai ku. Tapi tidak
bisakah dia memerhatikanku sedikit saja?
Naruto pov
Aku akui ia memang cantik, lebih
cantik dari sakura-chan. Tapi aku tak bisa mengatakannya karna aku pikir hanya
sakura-chan yang bisa mendapatkan
hatiku. Walaupun aku sering ditolak oleh sakura-chan karna ia lebih memilih
sasuke-teme, tapi aku tak menyerah. Aku akan segera mendapatkan hatinya.
Jujur saja, aku tak suka dengan acara
pertunangan ini. Aku ingin memillih cintaku sendiri, tanpa campur tangan orang
lain. Tapi aku harusnya melupakan sakura-chan. Karna didepan ku, ada seorang
gadis yang err.. cantik. Aku tau ia menyukaiku. Aku memang bukan lelaki yang
peka, tapi aku tau ia sering memperhatikanku. Dan banyak teman-teman ku yang
mengatakan kalau hinata menyukaiku. Ia pasti senang dengan acara pertunangan
ini. Aku berharap ini cepat selesai. Tapi kata tou-san, ada acara dimana aku
harus mengajak hinata keluar.
Normal pov
Akhirnya acara pertemuan dua keluarga
bangsawan itu pun hampir selesai. Acara terakhirnya dimana seorang remaja pria
kuning jabrik atau tepatnya naruto harus berbincang berdua dengan calon tunangannya
yaitu hinata. Mereka berdua akan pergi ke konoha garden untuk melihat bintang
dari bawah sana.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam.
Sang pemuda yang biasanya cerewet itu tak tau harus ngomong apa. Kalian jangan
terlalu berharap kalau gadis hyuuga itu akan berbicara terlebih dahulu.
Jangankan berbicara, berjalan di samping pujaan hatinya saja ia hampir mau
pingsan “hinata?” seseorang dari mereka memulai pembicaraan “ya, ada apa
naruto-kun?” “apa kau suka dengan acara perjodohan ini?” deg~ hinata tak tau
akan menjawab apa.disisi lain ia senang ada acara perjodohan ini, tapi disisi
lain ia tak senang karna ia tahu naruto tak akan mencintainya “aku-aku..”
“sudahlah, aku tau jawabanmu, kau pasti senang kan? Aku tau kau menyukaiku, dan
pastinya kau akan senang bertunangan dengan orang yang kau sukai” wajah hinata
memerah, dari mana naruto-kun tau? “ano.. ano...” “berbeda dengan ku hinata.
Jujur saja, aku tak menyukai acara perjodohan ini” kata naruto sambil menghela
nafas “tapi aku masih berharap semoga aku dapat mencintaimu. Jadi,kau harus
buat aku untuk mencintaimu!”
Hinata pov
“berbeda
dengan ku hinata. Jujur saja, aku tak menyukai acara perjodohan ini” aku sudah
tau ia akan berbicara seperti itu. “tapi aku masih berharap semoga aku dapat
mencintaimu. Jadi,kau harus buat aku untuk mencintaimu!” semoga naruto-kun bisa
mencintaiku “aku akan be-berusaha na-naruto-kun” “yah semoga saja.besok aku
akan menjemputmu” deg~ seakan saat ini darahku
berhenti mengalir***
Apa? Sudah jam 6? Aku harus cepat-cepat
mandi. Hari ini naruto-kun berjanji akan menjemputku. Ini merupakan awal yang
bagus. Setelah selesai menyiapkan perlengkapan sekolah, aku langsung bergegas
keluar kamar.
“ohayou tou-san, neji-nii,
hanabi-chan” “ohayou” jawab mereka serempak “neji-nii, hari ini aku tak bisa
berangkat denganmu. Naruto-kun akan menjemputku sebentar lagi” “ya, tak apa”
Setelah selesai makan aku pun pergi
keluar rumah “naruto-kun kok belum datang ya?” baru saja aku berbicara seperti
itu, tampak sebuah motor berjenis ninja mendekat kearahku. “ohayou hinata-chan,
ayo naik” apa chan? Naruto-kun memanggilku dengan suffix chan? “i-iya”
“hinata-chan ayo pegangan kita akan ngebut” aku segera memegang pinggang
naruto.
Akhirnya kami sampai disekolah. Kami
langsung disambut oleh kiba. “waah, naruto.. ada hubungan apa kau dengan
hinata, sampai berpelukan begitu?” tanya kiba sambil menunjuk tanganku yang
masih berada dipinggang naruto.aku pun segera melepaskan peganganku. “tidak ada
apa pun kiba-kun” “hinata?kenapa wajahmu memerah?” tanya kiba “kiba, jangan
menggoda hinata seperti itu” naruto langsung mengejar kiba yang lebih dahulu
berlari.
“hinata, bagaimana kemarin, apa
berjalan lancar?” tanya sahabat pirang ku itu. “seperti yang kau lihat
ino-chan, semoga naruto-kun bisa untuk mencintaiku” “apa kau bilang?” “naruto-kun
belum mencintaiku, jadi aku harus
membuat dia mencintaiku” “nani? Tapi kau terlihat sangat mesra sekali
dengannya, kupikir kau jadian dengannya” “ti-tidak ino-chan”***
Normal
pov
“hy sakura-chan” “kau lagi, kau lagi.. naruto.. apa kau tak bosan
mengganggu ku?”tanya sakura sambil melipat tangannya. “sakura, kau jangan
kegr-an, temanku yang satu ini sudah memiliki kekasih, munkin akan segera
bertunangan! Iya kan naruto?” dasar kiba kata naruto dalam hati “ano..ano..
bu-bukan begitu saku-chan.. aku tidak..” “kalau begitu baguslah. Tapi kau akan
bertunangan dengan siapa naruto?” naruto langsung gugup sendiri “jangan kau
dengarkan kata kiba, sakura-chan.. aku tidak akan ber-bertunangan kok” “apa
dengan hinata-chan? Kau kan sering sekali digosipkan akan bertunangan
dengannya!” kata sakura menggoda “apa? Hi-hinata-chan? Itu kan hanya gosip
sakura, jangan terlalu kau dengarkan!” “tapi aku merestui hubungan kalian
lho!!” kata sakura lalu bergegas pergi karna ia melihat sasuke. “kayaknya
memang percuma aku masih mengejar saku-chan, sementara ada gadis lain yang
masih menungguku. Tapi aku belum bisa menerima hinata dihatiku” gumamnya dalam
hati.
Naruto pov
“hari ini aku akan menunggu hinata-chan pulang, aku tau ia
biasanya sebelum pulang sekolah selalu mampir keperpustakaan” ‘dari mana aku
tau?bukannya aku tak menyukainya? Tapi kenapa aku bisa tau kalau ia setelah
pulang sekolah akan keperpustakaan? Sudahlah itu tak penting’***
“yo, hinata-chan” kataku dengan senyum lima jariku.
“na-naruto-kun” “kita akan pulang bersama hari ini” “ta-tapi aku~” “aku tau kau
akan keperpustakan, eh hinata?” “ya,ada apa naru-kun?” “begini.. apa kau mau
mengajari pr yang diberi sama asuma-sensei?” “eh? ten-tentu saja” aku segera
menarik tangan hinata ke perpustakaan, tampaknya ia sedikit terkejut. Tapi ia
tak sedikitpun memberontak.
Akhirnya kami sampai ke sebuah ruangan yang cukup besar. Ya,
kami telah tiba diperpustakaan. Tampak hanya ada beberapa orang disini. Munkin
karna ini sudah jam pulang, jadi tidak terlalu ramai.
“hinata-chan, kita duduk disana saja” kataku, sambil menunjuk
sebuah meja dengan dua bangku yang terletak sedikit diujung. “ba-baiklah” kami
segera melangkahkan kaki kami kearah meja tersebut. “na-naruto-kun, bo-boleh
aku lihat pr-nya?” aku pun segera mengambil sebuah buku yang ada di dalam
tasku. “ini hinata-chan” kataku sambil memberikan buku tersebut. Hinata
langsung mengambil dan melihat seperti apa pr yang diberikan oleh asuma-sensei.
“hmm.. ini pr yang mudah naruto-kun” “ya.. kalau dengan anak lain memang ini pr
yang mudah, tapi bagiku? Ini pr yang sangat payah” “baiklah aku akan mengajari
naruto-kun”
Ia mengajariku dengan serius. Sekali-kali aku melirik
wajahnya yang sedang serius itu, terkadang tatapan kami bertemu “na-naruto-kun?
Apa kau su-sudah mengerti?” “aku belum terlalu mengerti sih. Tapi akan kucoba
mengerjakannya” “ini, aku sudah membuatkan mu sebuah contoh, kau hanya tinggal
membuat pr mu dengan menggunakan rumus ini, bagaimana?apa kau mengerti?” “ya
hinata” ia pun segera pergi kedekat rak-rak buku itu, sepertinya ia akan
mengembil sebuah buku. Melihat dia aku jadi tak fokus mengerjakan pr ku. Sekali
lagi kulirik dia yang sedang berusaha mengambil buku dirak atas. Aku pun segera
mendekat kearahnya “apa perlu bantuan hinata-chan?” aku lihat wajahnya memerah
“ano.. aku ingin mengambil buku biologi yang ada diatas sana, tapi aku tak
sampai” “baiklah akan kutolong” aku pun segera mendekatkan tubuhku kerak buku
tersebut dan meraih buku yang dicari hinata “ini” kataku sambil menyerahkan
buku bersampul biru tersebut “ arigatou na-naruto-kun” “hinata?” “y-ya ada
a-apa naruto-kun?” “kenapa kau selalu gugup ketika berbicara padaku? Padahal
ketika kau berbicara dengan kiba kau tidak gugup” “aku me-memang seperti itu ka-kalau
bertemu orang ba-baru” “oh begitu, aku harap kamu tidak akan gugup lagi ketika
berbicara dengan ku” “baiklah naruto-kun, oh iya, pr yang tadi sudah selesai?”
akhirnya ia tak gagap lagi “be-belum, aku masih belum mengerti, ajari aku lagi
dong hinata” “baiklah”***
Day by day. Aku lewati bersama hinata. Sepertinya aku mulai
menyukainya, apa lagi saat ia mengobati luka-ku saat aku terjatuh dari motor
kemarin. Ia mengobatiku dengan sabar. Aku lihat wajahnya yang khawatir melihat
luka-ku. “naruto-kun luka yang kemarin apa sudah mengering?” tanyanya “sudah
hinata. Ini kan berkat kamu” “itu sudah kewajibanku mengobati calon tu~” “calon
tunangan?” sontak wajahnya merah. Memang kami akan tunangan sekitar 1 bulan
lagi. “i-iya” sekarang perasaan cintaku sudah mulai tumbuh terhadapnya***
Normal pov
“hy naruto” sapa sakura dengan riang
“ya, ada apa?” jawab naruto sedikit dingin “kau kenapa naruto? Biasanya kau
selalu bersemangat ketika didekat ku” “bersemangat? Untuk apa aku bersemangat
didekat mu?” “tapi biasanya kan kau begitu berisik bila didekatku. Sekarang
kenapa kau cuek?” “mau mu itu apa sih sakura?aku berisik salah aku diam salah”
“kau berubah naruto, sejak kau bersama gadis hyuuga itu kau sudah tak
menyukaiku lagi” “begitukah? Ini tak ada hubungannya dengan hinata-chan. Dan
asal kau tau.. kau juga memperlakukan aku seperti ini dulu, tapi aku sadar. Ada
seorang gadis yang bisa menerima aku apa adanya. Dia hinata-chan bukan kau”
sakura terpaku mendengar apa yang diucapkan naruto. Naruto lalu begitu saja didepan sakura. ‘sakura berjanji akan membalaskan ini semua
kepada anak bermarga hyuuga itu’***
Seorang gadis berambut indigo panjang memasuki kelas. Ia baru
saja dari kantin. Ia melangkahkan kakinya kesebuah bangku. Diatas bangku itu
terdapat sebuah kertas. “ini kertas apa?” ia tepatnya hinata mengambil kertas
itu. Dibacanya isi yang ada didalam kertas itu –hyuuga-san, temui aku dilantai
atas sekolah. Aku ada perlu denganmu. Oh ya, hanya kita berdua *sakura –
“sakura? Ada apa ya?” ia pun berlari kelantai paling atas sekolah. Dan melihat
sakura yang sedang duduk diatas sebuah bangku yang ada disana. “kau sudah
datang hyuuga?” “ada apa sakura-chan?” “kau bilang ada apa? Harusnya kau tau
jawabannya” “maksudmu apa sakura-chan,aku tidak mengerti” “kau tahu? Kau sudah
mengambil naruto dari ku” kata sakura sambil menjambak rambut hinata “kau telah
membuat naruto jauh dariku, dingin terhadapku~” “sakit sakura chan.tapi,
bukankah kau telah menolak na~” ‘plak’sakura menampar pipi hinata. Terlihat
bekas jari dipipi hinata “dan satu lagi kau telah membuat naruto membenci ku”
sakura meninggalkan hinata yang sudah tak berdaya. Rambutnya yang tergerai indah
kini telah kusut. Baju seragamnya pun begitu. “kau disini ru.. hinata kau
kenapa? Tanya seorang gadis pirang. “hey pipimu kenapa hinata. Siapa yang
berani menampar sahabat ku ini. Apa dia tak tau aku pernah mematahkan tangan
seseorang yang berani menyinggung perasaan sahabat ku ini?” “ti-tidak a-ada
ino-chan” “jangan berbohong hinata. apa jangan-jangan sakura? Aku melihatnya
habis turun dari sini, dan melihat suratnya yang ada diatas bangkumu” hinata
hanya diam. “apa benar hinata, jawab aku!!” “i-ino tolong rahasiakan ini kepada
naruto-kun, aku takut ia akan marah pada sakura-chan. Aku akan menceritakan
semua dirumah nanti” baiklah, apa kau mau pulang hinata-chan? Aku akan meminta
izin kepada guru piket” “baiklah ino-chan”***
“ino?” “ya ada apa naruto?” “apa kau melihat hinata? Dari tadi
aku tak melihatnya?” “ano..ano.. ia sakit kepala, munkin hanya butuh istirahat.
Kata hinata-chan.. kau tak usah melihatnya. Ia sedang ingin istirahat” “oh
begitu”***
Naruto pov
Akhirnya bel sekolah berbunyi. Aku langsung memasukkan bukuku
dan pergi keluar. Biasanya aku akan pulang bersama hinata-chan,tapi sekarang ia
sedang sakit. “eh, sakura kau apakan saja si hyuuga bodoh itu?” hyuuga? ada
yang tidak beres nih, naruto segera bersembunyi dibalik sebuah tembok.
“maksudmu hinata? Aku hanya menghardik, menjambak rambutnya, dan menamparnya”
“apa kau tidak takut kalau naruto tau?” “takut? Untuk apa? Aku hanya memberi
pelajaran kecil kepada gadis keturunan hyuuga itu” “kalau naruto tau ia pasti
akan mem~” “aku mendengar semua sakura!! Jadi hinata tak masuk gara-gara kau?
Kau sudah keterlaluan sakura. Mulai sekarang jangan dekati aku lagi!” “naruto..
naruto berhenti. tolong dengarkan aku..” yang dipanggil pun berhenti berjalan.
“kau marah hanya karna gadis hyuuga itu? Dia telah merusak semuanya naruto, kau
tau kita sudah berteman lebih dari 5 tahun. Dan sekarang dia telah merusak
semuanya. Aku sadar.. aku sadar kalau sekarang aku mencintaimu naruto. Karna
sekarang sasuke telah bersama karin. Aku~” “jadi kau menjadikanku sebagai
tempat pelampiasan sakura? Kau ditolah oleh sasuke dan sekarang kau mengejarku?
Disaat aku telah bersama orang lain kau malah mengejarku? Maaf sakura, aku tak
bisa” kulihat air matanya meleleh. Apa dia tau dulu perasaan ku bagaimana? Apa
dia tau aku sering dicaci makinya? Aku tak akan mau mencintai orang yang telah
menginjak harga diriku.aku bingung mau kemana. akhirnya aku pun berencana akan
pergi ke hyuuga mansion. Tempat dimana hinata tinggal.
Tok-tok-tok aku mengetuk pintu mansion hyuuga tersebut.
Keluar anak kecil yang memiliki mata sama dengan hinata. “haloo hanabi-chan.
Apa hinata-chan ada?” “ada, ia sedang didalam kamar, silahkan masuk
namikaze-san” aku pun pergi kekamar hinata. “hinata buka pintunya. Ini aku..
naruto” aku tak mendapat jawaban apapun. Kuputuskan untuk membuka pintunya.
Benar saja, pintunya tidak dikunci. Aku melihat hinata sedang tidur diatas
kasurnya. “hinata-chan? Apa kamu masih sakit?” tak ada jawaban. “hinata-chan~”
“aku baik-baik saja naruto-kun” hening. “kamu bisa jelaskan semuanya
hinata-chan?tentang sakura yang membuatmu sakit? Aku sudah tau semuanya!” “kamu
tidak menyakiti sakura-chan kan naruto-kun?” “hinata, lihat dirimu, disaat kamu
sakit, masih sempat kamu menanyakan orang yang telah membuat kamu sakit, kamu
itu terlalu baik hinata”
Hinata memang orang yang baik, seperti yang dikatakan
tou-san, tapi ini sungguh keterlaluan. Segitu mudahnya ia memaafkan orang yang
telah membuat dia tersakiti.
“aku hanya tak ingin ada orang yang membenciku naruto-kun”
“hinata, jika sakura masih menyakitimu, bilang padaku ya” hinata hanya menggangguk
kecil. “hinata, bagaimana kalau kita pergi berjalan-jalan sebentar.untuk
menenangkan pikiranmu” “baiklah naruto-kun.. tapi kita akan kemana?”
“ra-ha-si-a.. aku memiliki tempat yang hanya aku saja yang tau, dan kamu akan
menjadi orang pertama yang akan aku ajak kesana” “benarkah? Seperti apa
tempatnya naruto-kun?” “aku bilang kan rahasia, jadi kau tak boleh tau..”
kataku sambil mencubit batang hidungnya.
Kami pun segera menaiki sepeda yang dimiliki hinata. Karna
tadi pas aku pergi kerumah hinata, aku tak membawa kendaraan. “apa tempatnya
jauh naruto-kun?” “kasih tau gak yah...? gak kok deket sini juga...”
disepanjang perjalanan aku selalu bercerita dengan hinata. Kulihat senyumnya
yang tadi memudar kini telah kembali.
Setelah kurang lebih 10 menit, akhirnya kami sampai ketempat yang
selalu membuatku tenang. Ya didekat sini memang ada kebun bunga. Tapi bunganya didominasi oleh
bunga lavender.
“apakah bagus hinata-chan?” kulihat senyumnya mengembang
“baguss sekali naruto-kun.. aku sangat suka, disini tenang sekali” hinata pun
berlari mendekati bunga-bunga yang ada disana. Kulihat dia sangat riang, hinata
menari-nari kecil dikebun itu. Lavender? Mataku tertuju kesetangkai bunga yang
ada didepanku. Aku pun memetik lavender itu dan berlari mendekati hinata.
“hinata-chan...” ia pun menoleh kearahku. Aku mendekatkan
wajahku kedekat wajahnya.dekat.. semakin dekat.. hey!! Kalian jangan salah
sangka dulu. Aku tak akan menciumnya. Walaupun dia adalah calon tunangan ku,
tapi aku tak berani seperti itu. Aku bisa saja dibunuh paman hiashi(ayah
hinata) Aku hanya ingin mengawasi anak rambut yang menghalangi wajahnya. Aku
pun menyelipkan sebuah bunga lavender ke dekat telinganya. Wajahnya pun bersemu
merah.
“warna bunganya mirip dengan matamu hinata” dia sangat
terlihat cantik. Eh? Bukannya dia memang selalu cantik? Terkadang aku heran.
Kenapa aku masih mengejar sakura, sementara ada gadis cantik yang sedang
menungguku.
“hinata...” “ya, ada apa naruto-kun?” “aku... aku... aku rasa
aku mulai mencintaimu dan aku sekarang sudah mulai melupakan sakura, aku juga
mulai menerima acara perjodohan itu” “aku tau itu naruto-kun, karna aku melihat
dari matamu kau hanya mengagumi sakura, bukan menyukainya”
Sejak kejadian itu aku dan hinata semakin dekat. Semakin..
akhirnya besok tiba ulang tahun hinata.. ya, ulang tahun hinata memang langsung
diadakan dengan acara pertunangan kami. Aku mulai menantiakan saat itu tiba.
Tepat 2 hari sebelum ulang tahun hinata. Aku pun mengajak
hinata membeli sebuah kalung yang 3 hari lalu kami lihat ditoko perhiasan.
Kalung yang sangat cantik. kalung itu memiliki sebuah permata berwarna
lavender.aku akui kalung itu memang mahal. Tapi untuk keluarga kami? Kalung itu
tidak seberapa. Bukannya aku bermaksud sombong, tapi memang itu faktanya.
Kami pun berjalan ketempat toko perhiasan tersebut, karna
memang cukup dekat dari hyuuga mansion. Diperjalanan kami bertemu sakura.tampaknya
sakura masih tak menyukai kedekatan kami. “ohayou sakura-chan” sapa kami ramah
“ohayou” balasnya dingin. Munkin ia masih marah, tapi tak apalah.
Sakura pov
Enak sekali hyuuga itu menggenggam erat tangan naruto-kun,
aku tau mereka besok akan tunangan, tapi aku tak rela. Aku tak rela naruto-kun
akan bertunangan dengan si hyuuga itu.naruto kan baru kenal dengan
hinata.sedangkan dengan ku? Kami sudah kenal sejak lama. Sejak kecil tepatnya.
Melihat mereka sungguh mesra, ih... membuat ku hampir muntah. Apalagi mereka
menyapaku. Kalau naruto-kun yang menyapaku sih tak apa-apa. Tapi, si hyuuga
hinata itu juga ikut menyapaku, aku jadi ingin menjambak kembali rambutnya. End
sakura pov
“naruto-kun.. kok sakura-chan jadi sedingin itu sih?
Tanya hinata kepadaku. “entahlah
hinata...” aku masih kepikiran. Apa benar si sasuke-teme itu meninggalkan
sakura. Padahal aku tau kalau sasuke-teme itu juga menyukai sakura. Aneh
sekali. Mana munkin si sasuke-teme itu lebih memilih karin. Jelas-jelas sasuke
pernah bilang kalau sifat karin itu sungguh memuakkan.
Akhirnya kami sampai ketoko perhiasaan tersebut. “yang ini
berapa paman?” tanyaku sambil memegang kalung itu. “itu 55 juta. Tapi untuk
pasangan yang akan menikah seperti kalian.. aku diskon, jadi 35 juta” “waah.. terimakasih paman. Kami akan
membeli kalung ini” kataku sambil memberikan uang. Wajah hinata terlihat senang
sekali.
Besoknya
Aku sedang berbicara dengan kiba. Sampai ada orang yang
menghentikan pembicaraan ku dan menarikku menjauh dari kiba. “naruto-kun.. kau
harus ikut aku” tiba-tiba saja gadis berambut pink ini mencengkram tanganku
erat. Ia membawa ku kebelakang gedung sekolah.
“sakura.. lepaskan” kataku sambil memberontak. Akhirnya ia
melepaskan ku. “kau ini.. kenapa sampai menarik~” “aku mau pertunangan kalian
dibatalkan..!!” belum sempat aku menyelesaikan kalimat ku ia segera memotong
perkataan ku. Aku terkejut mendengar ucapannya. “apa kau bilang? Seenaknya saja
kau bicara.. percuma saja kalau kau akan membatalkan pertunangan kami. Kau
tetap tak akan bisa... sekeras apa pun kau berusaha... kau tak akan bisa!!” ku
lihat ia menangis. Jujur.. aku tak tahan melihat seorang wanita menangis. Tapi
kenapa? Disaat aku mulai melupakannya, ia datang padaku.
“aku mohon naruto hiks... aku mo-mohon” “sakura.. maaf.. aku
tak bisa..” “naruto.. aku ternyata lebih memilih gadis yang baru kau kenal
dibandingkan denganku?” aku hanya terdiam “maaf.. sakura aku benar-benar tak
bisa” aku pun segera pergi meninggalkan sakura.
“naruto-kun?” tiba-tiba aku mendengar suara lembut seorang
yang sedang tak ingin ku temui. “ada apa hinata? Jawabku dingin
Hinata pov
Aku ingin mengajak naruto-kun untuk pergi ketaman nanti sore.
Aku pun berjalan menuju kelas naruto-kun. Aku lihat ternyata naruto-kun tak
ada. Aku bertanya pada kiba-san. Katanya ia ditarik paksa oleh sakura, dan kiba
tak tau sakura membawa naruto kemana. Aku pun mencari-cari naruto-kun. Sampai
aku melihat seorang pria tegap.rambutnya berwarna pirang mencolok. Aku heran
kenapa wajah nya kusut begitu. Harusnya sekarang dia kan berbahagia karna besok
kami akan bertunangan. Sebenarnya dia kenapa? Apa jangan-jangan karna sakura?
Ah.. tidak...tidak.. aku tak boleh berprasangka buruk keorang lain.
“naruto-kun?” tanyaku heran. “ada apa hinata?” dia menjawab
dingin sekali. Aku jadi takut. “ano..ano.. naruto-kun, apa bisa nanti kita
ketaman? Aku~” “maaf hinata.. aku sibuk nanti sore.. jadi maaf” katanya sambil
melaluiku. Kenapa? Padahal besok kami akan bertunangan. Tapi kenapa naruto
sedingin itu padaku? Apa salahku? Bukannya dia yang bilang dia sudah mulai
menyukaiku?.
Aku pun berjalan dengan pelan, tetapi tiba-tiba saja seorang
gadis menarikku ke sebuah wc sekolah. Aku tau dia sakura. Aku berusaha
memberontak. ‘plak’ tangannya menampar ku!! Lalu ia menjambak rambutku.
“kau harus menjauhi naruto!!” aku terdiam. Menjauhi naruto?
Aku tak bisa. Kami akan bertunangan besok. “dan kau juga harus membatalkan
pertunangannya” aku tak mau harga diriku diinjak-injak lagi. Ini adalah saatnya
aku membela diriku dan juga cintaku. Aku tak akan jadi gadis cengeng yang Cuma
bisa menangis. “haruno-san. Seperti apa pun kau berjuang aku tak akan
menyerahkan naruto-kun kepadamu. Tak akan” kataku sambil melepaskan tarikan
tangannya dirambutku secara paksa. “berani melawan eh?” ‘plak’ sekarang
dipipinya terdapat bekas telapak tanganku. “bukan lagi berani melawanmu, tapi
aku juga berani membunuhmu” kataku sambil menjambak rambutnya. tampak raut
wajahnya langsung berubah “kau pikir aku takut padamu haruno? Tidak!! Aku tidak
pernah takut. Aku hanya menjaga tata krama ku saja sebagai penerus clan hyuuga
yang mengharuskanku bersikap sopan. Dan asal kau tau, aku ini memiliki banyak
uang, aku bisa saja menyewa pembunuh bayaran untuk membunuhmu”
Dia pikir dia siapa? Beraninya melawanku. Aku memang pemalu,
tapi aku tak suka harga diriku diinjak-injak hanya karna aku pemalu. “apa? Kau
mau membunuhku? Hinata itu terlalu kejam. Kita bisa selesai kan ini secara
baik-baik” apa katanya? Baik-baik? Kalau dia tau begitu kenapa selama ini dia
tidak bicarakan dengan baik-baik? “kau... ini sudah selesai.. jangan kau dekati
lagi naruto-kun, atau aku tak segan-segan membunuhmu” heyy, aku hanya
mngancamnya. Aku tak mungkin melakukan itu sungguhan kan? Aku ini masih punya
hati nurani. Tak seperti gadis berambut pink didepanku ini!! “baiklah kalau itu
mau mu, aku tak akan mengganggumu dengan naruto. Lagian, aku masih menyayangi
nyawaku” sesantai itu kah jawabannya? Aku segera melepaskan jambakanku dari
rambutnya. Ia pun segera keluar. Sebelum keluar aku merapikan rambutku,dan
mencuci wajahku. Aku pun langsung melangkah ke kelasku. Aku bersikap biasa saja
seperti tak ada yang terjadi.***
Hari sudah sore, aku ingin mengajak naruto-kun untuk pergi
ketaman untuk refreshing tapi dia sibuk. Akhirnya kuputuskan untuk pergi
ketaman sendirian.
Ditaman ini tidak terlalu ramai. Aku berjalan melihat bangku
yang kosong yang terletak dekat sebuah pohon yang cukup rimbun. Aku
bersenandung kecil sampai aku tiba kesebuah bangku yang aku sebutkan tadi. Aku
segera membuka novel yang beberapa hari lalu aku beli ditoko buku. Baru aku
akan membaca tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahuku.
“hy hinata-chan” dia... Dia sabaku no gaara. Ia pernah
menembakku dulu tapi aku tolak karna aku menyukai naruto-kun. “hy gaara-san.
La-lama tidak be-bertemu” “ya. Aku juga terkejut kita bisa bertemu disini.
Ngomong-ngomong mana calon tunangan mu itu? Kata orang-orang kau akan segera
bertunangan kan?” “eh? Naruto-kun? Di-dia sekarang sedang si-sibuk” “begitu ya.
Hey hinata-chan!! Kenapa kau tak mengundangku?” “go-gomen, kita kan sudah
la-lama tidak bertemu, ja-jadi aku tak tau ru-rumah gaara-san ada dimana.
Ta-tapi kalau gaara-san i-ingin pergi silahkan sa-saja” “begitu ya”
“gaara-kun!!” tiba-tiba ada seorang gadis mempunyai rambut
berwarna coklat menghampiri kami. “matsuri-chan? Ada apa?” “gaara-kun... aku
sudah capek menunggumu disana tapi kau tak kunjung balik” katanya sambil
menunjuk sebuah bangku yang ada dekat dengan kolam ikan. “gomen.. oh ya..
hinata-chan perkenalkan ini matsuri kekasihku” “matsuri” ia mengulurkan
tangannya. “hinata” aku balas menyalaminya. “maaf hinata-chan.. kami harus
segera pergi iya kan matsuri-chan?” “iya” “jaa hinata-chan” “jaa” kataku sambil
melambaikan tangan. mereka pun segera pergi.
Aku melanjutkan bacaan ku yang sempat terhenti tadi. Andai
ada naruto-kun disini, aku pasti tak akan kesepian. Sudah satu jam aku disini. Aku
pun sudah capek membaca novel ini dari tadi. Aku memutuskan untuk pergi membeli ice cream yang
dijual ditaman ini. Baru aku melangkah, aku melihat sosok seseorang yang sangat
ku kenal. “naruto-kun? Apa benar itu dia?” aku pun ingin mendekatinya namun
rencanaku gagal saat melihat gadis berambut merah muda mendekatinya. Dia
sakura? Bukannya sudah ku bilang agar dia tak mendekati naruto-kun? Tapi
kenapa? Kenapa ia bersama naruto-kun? Bukannya naruto-kun sibuk? mereka
ber-berpelukan. Apa... apa mereka berdua selingkuh?
Aku pun berjalan kesebuah bangku yang diduduki mereka berdua.
“naruto-kun... sakura-chan... apa kalian selingkuh?”
Naruto pov
Aku memiliki janji dengan seseorang yang pernah aku cintai.
Ya, dia haruno sakura. Sebenarnya hinata-chan juga mengajak ku kesini tapi aku
menolaknya. Aku tak tau perasaannya saat ini.
“naruto.. mulai sekarang kau harus menjadi pacarku” “apa?
Sakura besok aku akan bertunangan..” “ya.. aku tau itu. Tapi aku tetap mau jadi pacarmu, jadi yang kedua
buatmu juga tak apa” “hah? Kau sudah gila sakura?” sakura memelukku dan
menangis dibahuku. Tanpa ku sadari seorang gadis berambut indigo mendekati
kami.
“naruto-kun... sakura-chan.. apa kalian selingkuh?” aku
terkejut mendengar suaranya. “eh hinata? Ini semua tidak seperti yang~” kataku
yang terputus akibat sakura “ya kami selingkuh.. mau apa kau?” jawab sakura.
Aku terkejut. “tidak... hinata tidak.. kami tidak~” ‘plak’ sekarang dipipiku
terdapat bekas telapak tangan. Hinata langsung pergi meninggalkan kami.
Hinata pov
Aku tak percaya. Mereka... mereka berdua memang selingkuh.
Naruto-kun? Apa ia tidak menyadari sebesar apa cintaku padanya. Ia tau kami
akan bertunangan besok, tapi kenapa? Kenapa dia tega melakukan ini semua.
Kenapa ia menyakitiku? Apa salahku, sampai ia tega selingkuh dibelakangku?
Kalau memang sakura orang yang tepat untuk dia. Aku tidak keberatan.. aku hanya
ingin melihat dia tersenyum bahagia didepan ku. End hinata pov
Aku meninggalkan sakura dan segera mengejar hinata. Aku tak
tau apa ia memaafkan ku atau tidak. Tapi aku akan berusaha. Aku terus berlari
sampai akhirnya kaki ku membawaku ke subuah kebun bunga yang sangat kukenal.
Ya, kami (hinata-chan dan aku) memang sering menghabiskan waktu berdua disini.
Tampak seorang gadis berambut indigo sedang menangis dibawah
sebuah pohon. Dia hinata-chan. Aku mendekati nya. Dan duduk disampingnya.
Munkin karna ia tahu ada orang yang mendekatinya ia langsung melihat dan
menundukkan kembali wajahnya. “kenapa kau disini naruto-kun?” “apa aku salah
berada disekat kekasihku sendiri?” “ta-tapi bukannya kau se-sekarang bersama
sakura-chan?” “dia? Jangan sebut nama dia lagi. Aku sudah muak mendengar
namanya. Muak sekali” hening untuk beberapa saat. Sampai aku membuka kembali
percakapan. “hinata-chan?” tak ada jawaban “apa kau masih marah padaku? Aku
tidak memiliki hubungan apapun dengan sakura. Ia hanya ingin kita terpisah
hinata-chan” diam. Jujur aku muak dengan suasana yang meneganggkan seperti ini.
Aku muak. Benar-benar muak. “hinata-chan aku mencintaimu. Kau satu-satunya
wanita yang sekarang mengisi hatiku ini. Kau satu-satunya orang yang
mengeluarkanku dalam keterpurukan. Kau yang selalu menemaniku dalam suka dan
duka. Dan kau satu-satunya orang yang paling kucintai” hinata bicaralah aku
mohon. “a-apa itu be-benar naruto-kun?” “kau perlu bukti?” “ti-tidak” aku
memeluknya dengan erat “jangan pergi lagi hinata aku mohon” ia balas memelukku.
“tak akan naruto-kun”
Besoknya kami jadi bertunangan. Hinata cantik sekali hari
ini. Eh? bukannya dia selalu cantik? akhirnya pertunangan kami berjalan lancar.
Tak ada yang mengganggu. Aku sangat senang karna sekarang gadis yang ada disebelahku
ini akan menjadi milikku selamanya. Dan tak akan ku lepas. Karna ia menepati
janji nya yang akan membuatku jatuh cinta padanya. –i wanna make you love me–
*TAMAT *