Selasa, 04 Juni 2013



Pair:NaruHina
Author: hyuuga lavender(divaa)
Disclaimer: naruto/ masashi kishimoto-sensei
Genre: romance, hurt
Warning: GaJe, judul yang gak nyambung sama ceritanya. Abal-abal. OOC, aneh, ceritanya gak masuk akal.


I WANNA MAKE YOU LOVE ME

          Perkenalkan nama ku hyuuga hinata. Anak sulung dari keluarga hyuuga. Ya, keluarga hyuuga adalah keluarga terhormat. Yang mengharuskan ku harus memiliki sopan santun sebagai keturunan bangsawan. Sekarang umurku 15 tahun umur yang cukup wajar untuk meiliki seorang kekasih. Tapi dikeluarga kami tak ada yang namanya pacaran. Ketika aku sudah besar nanti, kami akan dijodohkan dengan orang pilihan yang tentunya juga berasal dari keluarga terhormat. Aku sebenarnya ingin menentang itu semua, tapi aku tak bisa. Memang itu tradisi kami, menjodohkan anak  mereka dengan orang yang tepat –menurut mereka-. Dan rencananya aku akan dijodohkan dengan anak yang bermarga namikaze. Ya, namikaze. Namikaze juga keluarga terhormat. Aku akan dijodohkan dengan namikaze~naruto. Ia teman satu sekolah denganku.Tapi kami tak pernah akrab. Apa lagi aku juga tak pernah sekelas dengannya.
          Tapi aku rasa, kalau aku dijodohkan dengan dia rasanya aku tak keberatan. Aku juga menyukainya, Sangat.. aku suka melihat cengirannya yang khas. Tapi aku tak tau apa ia juga menyukai ku atau tidak. Aku ingin menanyakannya langsung, tapi aku takut, aku tau ia tak suka dengan acara perjodohan ini. Apa lagi aku tau dari teman-teman ku kalau ia menyukai sakura. Tepatnya haruno sakura. Gadis yang agak tomboy menurutku. Ia memiliki rambut pendek berwarna pink seperti buble gum. Aku akui ia memang cantik.  Tentu saja naruto menyukai dia.
          2 bulan lagi umurku menginjak 16 tahun. Dan diumurku ini aku harus segera bertunangan dengan naruto. Malam ini keluarga hyuuga dan keluarga namikaze akan bertemu. Dan aku harus siap-siap agar aku tampil cantik saat pertemuan nanti.***
          ‘Tok,tok,tok’ akhirnya datang, ya itu sahabatku. Namanya yamanaka ino. Dia gadis cantik berambut pirang panjang. Ia datang kesini ingin membantuku untuk merias wajahku. “hy ino-chan. Ayo kita langsung kekamarku” sambil menarik pergelangan tangannya. Aku memang tidak gugup kalau berbicara dengan sahabatku yang satu ini. “boleh aku melihat kimono yang akan kamu pakai hinata-chan?” Aku langsung menguluarkan sebuah kimono berwarna putih dengan warna ungu diujung kimononya. “wah kimono ini bagus sekali” “arigatou ino-chan” “ayo kita mulai merias” kata ino.
          Setelah 2 jam ino selesai merias wajahku. “wah cantik sekali ino,kamu memang berbakat” ino memang sangat pandai. Ini sesuai dengan keinginanku.rambutku disanggul agak tinggi, yang melihatkan leher jenjangku, bedak yang tidak terlalu tebal, eyeshadow berwarna ungu, blush on berwarna merah muda, dan lipstik yang hampir sewarna dengan bibir mungilku ini, pink. “kamu terlihat sangat cantik hinata-chan” “arigatou ino-chan, ini kan berkat kamu juga, oh ya aku harus membayar berapa untuk ini ino-chan?” “ahh, jangan begitu hinata-chan, ini free untuk sahabatku yang akan tunangan ini” sontak wajahku memerah “begitukah? Sekali lagi arigatou ino-chan” “ya sama-sama, aku harus pulang dulu. Jaa hinata-chan” “jaa ino” ino pun segera keluar dari kamarku.
          “nona, ayo segera turun. Acara akan dimulai” seorang pelayan memanggilku. aku pun segera menuruni tangga dari kamarku. Itu dia namikaze naruto. “tou-san aku tak mau ada acara perjodohan ini” kata naruto sambil menarik-narik uujung baju ayahnya “tenanglah naruto, hinata-chan kan anak yang manis dia kan juga baik, kau pasti akan suka dengannya” “tapi tou-san~” “cukup naruto” naruto pun langsung terdiam. Aku pun masuk kedalam ruang acara itu. Semua mata tertuju padaku. Aku sedikit gugup. “wahh, cantik sekali” aku mendengar begitu banyak pujian. “tou-san apa benar itu hinata?” terdengar naruto yang bertanya pada tou-san nya. “iya, itu hinata. Ia cantik kan?” “tidak juga, menurutku lebih cantik sakura-chan” mendengar itu hatiku langsung teriris. Percuma saja aku berdandan seperti ini. Kalau tetap yang paling cantik tetap sakura dimatanya.
          Aku pun segera duduk. Aku sebenarnya ingin pergi dari sini. Aku tau naruto tak akan bisa mencintai ku. Tapi tidak bisakah dia memerhatikanku sedikit saja?
Naruto pov
          Aku akui ia memang cantik, lebih cantik dari sakura-chan. Tapi aku tak bisa mengatakannya karna aku pikir hanya sakura-chan yang  bisa mendapatkan hatiku. Walaupun aku sering ditolak oleh sakura-chan karna ia lebih memilih sasuke-teme, tapi aku tak menyerah. Aku akan segera mendapatkan hatinya.
          Jujur saja, aku tak suka dengan acara pertunangan ini. Aku ingin memillih cintaku sendiri, tanpa campur tangan orang lain. Tapi aku harusnya melupakan sakura-chan. Karna didepan ku, ada seorang gadis yang err.. cantik. Aku tau ia menyukaiku. Aku memang bukan lelaki yang peka, tapi aku tau ia sering memperhatikanku. Dan banyak teman-teman ku yang mengatakan kalau hinata menyukaiku. Ia pasti senang dengan acara pertunangan ini. Aku berharap ini cepat selesai. Tapi kata tou-san, ada acara dimana aku harus mengajak hinata keluar.
Normal pov
          Akhirnya acara pertemuan dua keluarga bangsawan itu pun hampir selesai. Acara terakhirnya dimana seorang remaja pria kuning jabrik atau tepatnya naruto harus berbincang berdua dengan calon tunangannya yaitu hinata. Mereka berdua akan pergi ke konoha garden untuk melihat bintang dari bawah sana.
          Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Sang pemuda yang biasanya cerewet itu tak tau harus ngomong apa. Kalian jangan terlalu berharap kalau gadis hyuuga itu akan berbicara terlebih dahulu. Jangankan berbicara, berjalan di samping pujaan hatinya saja ia hampir mau pingsan “hinata?” seseorang dari mereka memulai pembicaraan “ya, ada apa naruto-kun?” “apa kau suka dengan acara perjodohan ini?” deg~ hinata tak tau akan menjawab apa.disisi lain ia senang ada acara perjodohan ini, tapi disisi lain ia tak senang karna ia tahu naruto tak akan mencintainya “aku-aku..” “sudahlah, aku tau jawabanmu, kau pasti senang kan? Aku tau kau menyukaiku, dan pastinya kau akan senang bertunangan dengan orang yang kau sukai” wajah hinata memerah, dari mana naruto-kun tau? “ano.. ano...” “berbeda dengan ku hinata. Jujur saja, aku tak menyukai acara perjodohan ini” kata naruto sambil menghela nafas “tapi aku masih berharap semoga aku dapat mencintaimu. Jadi,kau harus buat aku untuk mencintaimu!”
Hinata pov
“berbeda dengan ku hinata. Jujur saja, aku tak menyukai acara perjodohan ini” aku sudah tau ia akan berbicara seperti itu. “tapi aku masih berharap semoga aku dapat mencintaimu. Jadi,kau harus buat aku untuk mencintaimu!” semoga naruto-kun bisa mencintaiku “aku akan be-berusaha na-naruto-kun” “yah semoga saja.besok aku akan menjemputmu” deg~ seakan  saat ini darahku berhenti mengalir***
          Apa? Sudah jam 6? Aku harus cepat-cepat mandi. Hari ini naruto-kun berjanji akan menjemputku. Ini merupakan awal yang bagus. Setelah selesai menyiapkan perlengkapan sekolah, aku langsung bergegas keluar kamar.
          “ohayou tou-san, neji-nii, hanabi-chan” “ohayou” jawab mereka serempak “neji-nii, hari ini aku tak bisa berangkat denganmu. Naruto-kun akan menjemputku sebentar lagi” “ya, tak apa”
          Setelah selesai makan aku pun pergi keluar rumah “naruto-kun kok belum datang ya?” baru saja aku berbicara seperti itu, tampak sebuah motor berjenis ninja mendekat kearahku. “ohayou hinata-chan, ayo naik” apa chan? Naruto-kun memanggilku dengan suffix chan? “i-iya” “hinata-chan ayo pegangan kita akan ngebut” aku segera memegang pinggang naruto.
          Akhirnya kami sampai disekolah. Kami langsung disambut oleh kiba. “waah, naruto.. ada hubungan apa kau dengan hinata, sampai berpelukan begitu?” tanya kiba sambil menunjuk tanganku yang masih berada dipinggang naruto.aku pun segera melepaskan peganganku. “tidak ada apa pun kiba-kun” “hinata?kenapa wajahmu memerah?” tanya kiba “kiba, jangan menggoda hinata seperti itu” naruto langsung mengejar kiba yang lebih dahulu berlari.
          “hinata, bagaimana kemarin, apa berjalan lancar?” tanya sahabat pirang ku itu. “seperti yang kau lihat ino-chan, semoga naruto-kun bisa untuk mencintaiku” “apa kau bilang?” “naruto-kun belum  mencintaiku, jadi aku harus membuat dia mencintaiku” “nani? Tapi kau terlihat sangat mesra sekali dengannya, kupikir kau jadian dengannya” “ti-tidak ino-chan”***
          Normal pov
“hy sakura-chan” “kau lagi, kau lagi.. naruto.. apa kau tak bosan mengganggu ku?”tanya sakura sambil melipat tangannya. “sakura, kau jangan kegr-an, temanku yang satu ini sudah memiliki kekasih, munkin akan segera bertunangan! Iya kan naruto?” dasar kiba kata naruto dalam hati “ano..ano.. bu-bukan begitu saku-chan.. aku tidak..” “kalau begitu baguslah. Tapi kau akan bertunangan dengan siapa naruto?” naruto langsung gugup sendiri “jangan kau dengarkan kata kiba, sakura-chan.. aku tidak akan ber-bertunangan kok” “apa dengan hinata-chan? Kau kan sering sekali digosipkan akan bertunangan dengannya!” kata sakura menggoda “apa? Hi-hinata-chan? Itu kan hanya gosip sakura, jangan terlalu kau dengarkan!” “tapi aku merestui hubungan kalian lho!!” kata sakura lalu bergegas pergi karna ia melihat sasuke. “kayaknya memang percuma aku masih mengejar saku-chan, sementara ada gadis lain yang masih menungguku. Tapi aku belum bisa menerima hinata dihatiku” gumamnya dalam hati.
Naruto pov
“hari ini aku akan menunggu hinata-chan pulang, aku tau ia biasanya sebelum pulang sekolah selalu mampir keperpustakaan” ‘dari mana aku tau?bukannya aku tak menyukainya? Tapi kenapa aku bisa tau kalau ia setelah pulang sekolah akan keperpustakaan? Sudahlah itu tak penting’***
“yo, hinata-chan” kataku dengan senyum lima jariku. “na-naruto-kun” “kita akan pulang bersama hari ini” “ta-tapi aku~” “aku tau kau akan keperpustakan, eh hinata?” “ya,ada apa naru-kun?” “begini.. apa kau mau mengajari pr yang diberi sama asuma-sensei?” “eh? ten-tentu saja” aku segera menarik tangan hinata ke perpustakaan, tampaknya ia sedikit terkejut. Tapi ia tak sedikitpun memberontak.
Akhirnya kami sampai ke sebuah ruangan yang cukup besar. Ya, kami telah tiba diperpustakaan. Tampak hanya ada beberapa orang disini. Munkin karna ini sudah jam pulang, jadi tidak terlalu ramai.
“hinata-chan, kita duduk disana saja” kataku, sambil menunjuk sebuah meja dengan dua bangku yang terletak sedikit diujung. “ba-baiklah” kami segera melangkahkan kaki kami kearah meja tersebut. “na-naruto-kun, bo-boleh aku lihat pr-nya?” aku pun segera mengambil sebuah buku yang ada di dalam tasku. “ini hinata-chan” kataku sambil memberikan buku tersebut. Hinata langsung mengambil dan melihat seperti apa pr yang diberikan oleh asuma-sensei. “hmm.. ini pr yang mudah naruto-kun” “ya.. kalau dengan anak lain memang ini pr yang mudah, tapi bagiku? Ini pr yang sangat payah” “baiklah aku akan mengajari naruto-kun”
Ia mengajariku dengan serius. Sekali-kali aku melirik wajahnya yang sedang serius itu, terkadang tatapan kami bertemu “na-naruto-kun? Apa kau su-sudah mengerti?” “aku belum terlalu mengerti sih. Tapi akan kucoba mengerjakannya” “ini, aku sudah membuatkan mu sebuah contoh, kau hanya tinggal membuat pr mu dengan menggunakan rumus ini, bagaimana?apa kau mengerti?” “ya hinata” ia pun segera pergi kedekat rak-rak buku itu, sepertinya ia akan mengembil sebuah buku. Melihat dia aku jadi tak fokus mengerjakan pr ku. Sekali lagi kulirik dia yang sedang berusaha mengambil buku dirak atas. Aku pun segera mendekat kearahnya “apa perlu bantuan hinata-chan?” aku lihat wajahnya memerah “ano.. aku ingin mengambil buku biologi yang ada diatas sana, tapi aku tak sampai” “baiklah akan kutolong” aku pun segera mendekatkan tubuhku kerak buku tersebut dan meraih buku yang dicari hinata “ini” kataku sambil menyerahkan buku bersampul biru tersebut “ arigatou na-naruto-kun” “hinata?” “y-ya ada a-apa naruto-kun?” “kenapa kau selalu gugup ketika berbicara padaku? Padahal ketika kau berbicara dengan kiba kau tidak gugup” “aku me-memang seperti itu ka-kalau bertemu orang ba-baru” “oh begitu, aku harap kamu tidak akan gugup lagi ketika berbicara dengan ku” “baiklah naruto-kun, oh iya, pr yang tadi sudah selesai?” akhirnya ia tak gagap lagi “be-belum, aku masih belum mengerti, ajari aku lagi dong hinata” “baiklah”***
Day by day. Aku lewati bersama hinata. Sepertinya aku mulai menyukainya, apa lagi saat ia mengobati luka-ku saat aku terjatuh dari motor kemarin. Ia mengobatiku dengan sabar. Aku lihat wajahnya yang khawatir melihat luka-ku. “naruto-kun luka yang kemarin apa sudah mengering?” tanyanya “sudah hinata. Ini kan berkat kamu” “itu sudah kewajibanku mengobati calon tu~” “calon tunangan?” sontak wajahnya merah. Memang kami akan tunangan sekitar 1 bulan lagi. “i-iya” sekarang perasaan cintaku sudah mulai tumbuh terhadapnya***
Normal pov
“hy naruto” sapa sakura dengan riang “ya, ada apa?” jawab naruto sedikit dingin “kau kenapa naruto? Biasanya kau selalu bersemangat ketika didekat ku” “bersemangat? Untuk apa aku bersemangat didekat mu?” “tapi biasanya kan kau begitu berisik bila didekatku. Sekarang kenapa kau cuek?” “mau mu itu apa sih sakura?aku berisik salah aku diam salah” “kau berubah naruto, sejak kau bersama gadis hyuuga itu kau sudah tak menyukaiku lagi” “begitukah? Ini tak ada hubungannya dengan hinata-chan. Dan asal kau tau.. kau juga memperlakukan aku seperti ini dulu, tapi aku sadar. Ada seorang gadis yang bisa menerima aku apa adanya. Dia hinata-chan bukan kau” sakura terpaku mendengar apa yang diucapkan naruto. Naruto lalu  begitu saja didepan sakura.  ‘sakura berjanji akan membalaskan ini semua kepada anak bermarga hyuuga itu’***
Seorang gadis berambut indigo panjang memasuki kelas. Ia baru saja dari kantin. Ia melangkahkan kakinya kesebuah bangku. Diatas bangku itu terdapat sebuah kertas. “ini kertas apa?” ia tepatnya hinata mengambil kertas itu. Dibacanya isi yang ada didalam kertas itu –hyuuga-san, temui aku dilantai atas sekolah. Aku ada perlu denganmu. Oh ya, hanya kita berdua *sakura – “sakura? Ada apa ya?” ia pun berlari kelantai paling atas sekolah. Dan melihat sakura yang sedang duduk diatas sebuah bangku yang ada disana. “kau sudah datang hyuuga?” “ada apa sakura-chan?” “kau bilang ada apa? Harusnya kau tau jawabannya” “maksudmu apa sakura-chan,aku tidak mengerti” “kau tahu? Kau sudah mengambil naruto dari ku” kata sakura sambil menjambak rambut hinata “kau telah membuat naruto jauh dariku, dingin terhadapku~” “sakit sakura chan.tapi, bukankah kau telah menolak na~” ‘plak’sakura menampar pipi hinata. Terlihat bekas jari dipipi hinata “dan satu lagi kau telah membuat naruto membenci ku” sakura meninggalkan hinata yang sudah tak berdaya. Rambutnya yang tergerai indah kini telah kusut. Baju seragamnya pun begitu. “kau disini ru.. hinata kau kenapa? Tanya seorang gadis pirang. “hey pipimu kenapa hinata. Siapa yang berani menampar sahabat ku ini. Apa dia tak tau aku pernah mematahkan tangan seseorang yang berani menyinggung perasaan sahabat ku ini?” “ti-tidak a-ada ino-chan” “jangan berbohong hinata. apa jangan-jangan sakura? Aku melihatnya habis turun dari sini, dan melihat suratnya yang ada diatas bangkumu” hinata hanya diam. “apa benar hinata, jawab aku!!” “i-ino tolong rahasiakan ini kepada naruto-kun, aku takut ia akan marah pada sakura-chan. Aku akan menceritakan semua dirumah nanti” baiklah, apa kau mau pulang hinata-chan? Aku akan meminta izin kepada guru piket” “baiklah ino-chan”***
“ino?” “ya ada apa naruto?” “apa kau melihat hinata? Dari tadi aku tak melihatnya?” “ano..ano.. ia sakit kepala, munkin hanya butuh istirahat. Kata hinata-chan.. kau tak usah melihatnya. Ia sedang ingin istirahat” “oh begitu”***
Naruto pov
Akhirnya bel sekolah berbunyi. Aku langsung memasukkan bukuku dan pergi keluar. Biasanya aku akan pulang bersama hinata-chan,tapi sekarang ia sedang sakit. “eh, sakura kau apakan saja si hyuuga bodoh itu?” hyuuga? ada yang tidak beres nih, naruto segera bersembunyi dibalik sebuah tembok. “maksudmu hinata? Aku hanya menghardik, menjambak rambutnya, dan menamparnya” “apa kau tidak takut kalau naruto tau?” “takut? Untuk apa? Aku hanya memberi pelajaran kecil kepada gadis keturunan hyuuga itu” “kalau naruto tau ia pasti akan mem~” “aku mendengar semua sakura!! Jadi hinata tak masuk gara-gara kau? Kau sudah keterlaluan sakura. Mulai sekarang jangan dekati aku lagi!” “naruto.. naruto berhenti. tolong dengarkan aku..” yang dipanggil pun berhenti berjalan. “kau marah hanya karna gadis hyuuga itu? Dia telah merusak semuanya naruto, kau tau kita sudah berteman lebih dari 5 tahun. Dan sekarang dia telah merusak semuanya. Aku sadar.. aku sadar kalau sekarang aku mencintaimu naruto. Karna sekarang sasuke telah bersama karin. Aku~” “jadi kau menjadikanku sebagai tempat pelampiasan sakura? Kau ditolah oleh sasuke dan sekarang kau mengejarku? Disaat aku telah bersama orang lain kau malah mengejarku? Maaf sakura, aku tak bisa” kulihat air matanya meleleh. Apa dia tau dulu perasaan ku bagaimana? Apa dia tau aku sering dicaci makinya? Aku tak akan mau mencintai orang yang telah menginjak harga diriku.aku bingung mau kemana. akhirnya aku pun berencana akan pergi ke hyuuga mansion. Tempat dimana hinata tinggal.
Tok-tok-tok aku mengetuk pintu mansion hyuuga tersebut. Keluar anak kecil yang memiliki mata sama dengan hinata. “haloo hanabi-chan. Apa hinata-chan ada?” “ada, ia sedang didalam kamar, silahkan masuk namikaze-san” aku pun pergi kekamar hinata. “hinata buka pintunya. Ini aku.. naruto” aku tak mendapat jawaban apapun. Kuputuskan untuk membuka pintunya. Benar saja, pintunya tidak dikunci. Aku melihat hinata sedang tidur diatas kasurnya. “hinata-chan? Apa kamu masih sakit?” tak ada jawaban. “hinata-chan~” “aku baik-baik saja naruto-kun” hening. “kamu bisa jelaskan semuanya hinata-chan?tentang sakura yang membuatmu sakit? Aku sudah tau semuanya!” “kamu tidak menyakiti sakura-chan kan naruto-kun?” “hinata, lihat dirimu, disaat kamu sakit, masih sempat kamu menanyakan orang yang telah membuat kamu sakit, kamu itu terlalu baik hinata”
Hinata memang orang yang baik, seperti yang dikatakan tou-san, tapi ini sungguh keterlaluan. Segitu mudahnya ia memaafkan orang yang telah membuat dia tersakiti.
“aku hanya tak ingin ada orang yang membenciku naruto-kun” “hinata, jika sakura masih menyakitimu, bilang padaku ya” hinata hanya menggangguk kecil. “hinata, bagaimana kalau kita pergi berjalan-jalan sebentar.untuk menenangkan pikiranmu” “baiklah naruto-kun.. tapi kita akan kemana?” “ra-ha-si-a.. aku memiliki tempat yang hanya aku saja yang tau, dan kamu akan menjadi orang pertama yang akan aku ajak kesana” “benarkah? Seperti apa tempatnya naruto-kun?” “aku bilang kan rahasia, jadi kau tak boleh tau..” kataku sambil mencubit batang hidungnya.
Kami pun segera menaiki sepeda yang dimiliki hinata. Karna tadi pas aku pergi kerumah hinata, aku tak membawa kendaraan. “apa tempatnya jauh naruto-kun?” “kasih tau gak yah...? gak kok deket sini juga...” disepanjang perjalanan aku selalu bercerita dengan hinata. Kulihat senyumnya yang tadi memudar kini telah kembali.
Setelah kurang lebih 10 menit, akhirnya kami sampai ketempat yang selalu membuatku tenang. Ya didekat sini memang ada  kebun bunga. Tapi bunganya didominasi oleh bunga lavender.
“apakah bagus hinata-chan?” kulihat senyumnya mengembang “baguss sekali naruto-kun.. aku sangat suka, disini tenang sekali” hinata pun berlari mendekati bunga-bunga yang ada disana. Kulihat dia sangat riang, hinata menari-nari kecil dikebun itu. Lavender? Mataku tertuju kesetangkai bunga yang ada didepanku. Aku pun memetik lavender itu dan berlari mendekati hinata.
“hinata-chan...” ia pun menoleh kearahku. Aku mendekatkan wajahku kedekat wajahnya.dekat.. semakin dekat.. hey!! Kalian jangan salah sangka dulu. Aku tak akan menciumnya. Walaupun dia adalah calon tunangan ku, tapi aku tak berani seperti itu. Aku bisa saja dibunuh paman hiashi(ayah hinata) Aku hanya ingin mengawasi anak rambut yang menghalangi wajahnya. Aku pun menyelipkan sebuah bunga lavender ke dekat telinganya. Wajahnya pun bersemu merah.
“warna bunganya mirip dengan matamu hinata” dia sangat terlihat cantik. Eh? Bukannya dia memang selalu cantik? Terkadang aku heran. Kenapa aku masih mengejar sakura, sementara ada gadis cantik yang sedang menungguku.
“hinata...” “ya, ada apa naruto-kun?” “aku... aku... aku rasa aku mulai mencintaimu dan aku sekarang sudah mulai melupakan sakura, aku juga mulai menerima acara perjodohan itu” “aku tau itu naruto-kun, karna aku melihat dari matamu kau hanya mengagumi sakura, bukan menyukainya”
Sejak kejadian itu aku dan hinata semakin dekat. Semakin.. akhirnya besok tiba ulang tahun hinata.. ya, ulang tahun hinata memang langsung diadakan dengan acara pertunangan kami. Aku mulai menantiakan saat itu tiba.
Tepat 2 hari sebelum ulang tahun hinata. Aku pun mengajak hinata membeli sebuah kalung yang 3 hari lalu kami lihat ditoko perhiasan. Kalung yang sangat cantik. kalung itu memiliki sebuah permata berwarna lavender.aku akui kalung itu memang mahal. Tapi untuk keluarga kami? Kalung itu tidak seberapa. Bukannya aku bermaksud sombong, tapi memang itu faktanya.
Kami pun berjalan ketempat toko perhiasan tersebut, karna memang cukup dekat dari hyuuga mansion. Diperjalanan kami bertemu sakura.tampaknya sakura masih tak menyukai kedekatan kami. “ohayou sakura-chan” sapa kami ramah “ohayou” balasnya dingin. Munkin ia masih marah, tapi tak apalah.
Sakura pov
Enak sekali hyuuga itu menggenggam erat tangan naruto-kun, aku tau mereka besok akan tunangan, tapi aku tak rela. Aku tak rela naruto-kun akan bertunangan dengan si hyuuga itu.naruto kan baru kenal dengan hinata.sedangkan dengan ku? Kami sudah kenal sejak lama. Sejak kecil tepatnya. Melihat mereka sungguh mesra, ih... membuat ku hampir muntah. Apalagi mereka menyapaku. Kalau naruto-kun yang menyapaku sih tak apa-apa. Tapi, si hyuuga hinata itu juga ikut menyapaku, aku jadi ingin menjambak kembali rambutnya. End sakura pov
“naruto-kun.. kok sakura-chan jadi sedingin itu sih? Tanya  hinata kepadaku. “entahlah hinata...” aku masih kepikiran. Apa benar si sasuke-teme itu meninggalkan sakura. Padahal aku tau kalau sasuke-teme itu juga menyukai sakura. Aneh sekali. Mana munkin si sasuke-teme itu lebih memilih karin. Jelas-jelas sasuke pernah bilang kalau sifat karin itu sungguh memuakkan.
Akhirnya kami sampai ketoko perhiasaan tersebut. “yang ini berapa paman?” tanyaku sambil memegang kalung itu. “itu 55 juta. Tapi untuk pasangan yang akan menikah seperti kalian.. aku diskon, jadi 35  juta” “waah.. terimakasih paman. Kami akan membeli kalung ini” kataku sambil memberikan uang. Wajah hinata terlihat senang sekali.
Besoknya
Aku sedang berbicara dengan kiba. Sampai ada orang yang menghentikan pembicaraan ku dan menarikku menjauh dari kiba. “naruto-kun.. kau harus ikut aku” tiba-tiba saja gadis berambut pink ini mencengkram tanganku erat. Ia membawa ku kebelakang gedung sekolah.
“sakura.. lepaskan” kataku sambil memberontak. Akhirnya ia melepaskan ku. “kau ini.. kenapa sampai menarik~” “aku mau pertunangan kalian dibatalkan..!!” belum sempat aku menyelesaikan kalimat ku ia segera memotong perkataan ku. Aku terkejut mendengar ucapannya. “apa kau bilang? Seenaknya saja kau bicara.. percuma saja kalau kau akan membatalkan pertunangan kami. Kau tetap tak akan bisa... sekeras apa pun kau berusaha... kau tak akan bisa!!” ku lihat ia menangis. Jujur.. aku tak tahan melihat seorang wanita menangis. Tapi kenapa? Disaat aku mulai melupakannya, ia datang padaku.
“aku mohon naruto hiks... aku mo-mohon” “sakura.. maaf.. aku tak bisa..” “naruto.. aku ternyata lebih memilih gadis yang baru kau kenal dibandingkan denganku?” aku hanya terdiam “maaf.. sakura aku benar-benar tak bisa” aku pun segera pergi meninggalkan sakura.
“naruto-kun?” tiba-tiba aku mendengar suara lembut seorang yang sedang tak ingin ku temui. “ada apa hinata? Jawabku dingin
Hinata pov
Aku ingin mengajak naruto-kun untuk pergi ketaman nanti sore. Aku pun berjalan menuju kelas naruto-kun. Aku lihat ternyata naruto-kun tak ada. Aku bertanya pada kiba-san. Katanya ia ditarik paksa oleh sakura, dan kiba tak tau sakura membawa naruto kemana. Aku pun mencari-cari naruto-kun. Sampai aku melihat seorang pria tegap.rambutnya berwarna pirang mencolok. Aku heran kenapa wajah nya kusut begitu. Harusnya sekarang dia kan berbahagia karna besok kami akan bertunangan. Sebenarnya dia kenapa? Apa jangan-jangan karna sakura? Ah.. tidak...tidak.. aku tak boleh berprasangka buruk keorang lain.
“naruto-kun?” tanyaku heran. “ada apa hinata?” dia menjawab dingin sekali. Aku jadi takut. “ano..ano.. naruto-kun, apa bisa nanti kita ketaman? Aku~” “maaf hinata.. aku sibuk nanti sore.. jadi maaf” katanya sambil melaluiku. Kenapa? Padahal besok kami akan bertunangan. Tapi kenapa naruto sedingin itu padaku? Apa salahku? Bukannya dia yang bilang dia sudah mulai menyukaiku?.
Aku pun berjalan dengan pelan, tetapi tiba-tiba saja seorang gadis menarikku ke sebuah wc sekolah. Aku tau dia sakura. Aku berusaha memberontak. ‘plak’ tangannya menampar ku!! Lalu ia menjambak rambutku.
“kau harus menjauhi naruto!!” aku terdiam. Menjauhi naruto? Aku tak bisa. Kami akan bertunangan besok. “dan kau juga harus membatalkan pertunangannya” aku tak mau harga diriku diinjak-injak lagi. Ini adalah saatnya aku membela diriku dan juga cintaku. Aku tak akan jadi gadis cengeng yang Cuma bisa menangis. “haruno-san. Seperti apa pun kau berjuang aku tak akan menyerahkan naruto-kun kepadamu. Tak akan” kataku sambil melepaskan tarikan tangannya dirambutku secara paksa. “berani melawan eh?” ‘plak’ sekarang dipipinya terdapat bekas telapak tanganku. “bukan lagi berani melawanmu, tapi aku juga berani membunuhmu” kataku sambil menjambak rambutnya. tampak raut wajahnya langsung berubah “kau pikir aku takut padamu haruno? Tidak!! Aku tidak pernah takut. Aku hanya menjaga tata krama ku saja sebagai penerus clan hyuuga yang mengharuskanku bersikap sopan. Dan asal kau tau, aku ini memiliki banyak uang, aku bisa saja menyewa pembunuh bayaran untuk membunuhmu”
Dia pikir dia siapa? Beraninya melawanku. Aku memang pemalu, tapi aku tak suka harga diriku diinjak-injak hanya karna aku pemalu. “apa? Kau mau membunuhku? Hinata itu terlalu kejam. Kita bisa selesai kan ini secara baik-baik” apa katanya? Baik-baik? Kalau dia tau begitu kenapa selama ini dia tidak bicarakan dengan baik-baik? “kau... ini sudah selesai.. jangan kau dekati lagi naruto-kun, atau aku tak segan-segan membunuhmu” heyy, aku hanya mngancamnya. Aku tak mungkin melakukan itu sungguhan kan? Aku ini masih punya hati nurani. Tak seperti gadis berambut pink didepanku ini!! “baiklah kalau itu mau mu, aku tak akan mengganggumu dengan naruto. Lagian, aku masih menyayangi nyawaku” sesantai itu kah jawabannya? Aku segera melepaskan jambakanku dari rambutnya. Ia pun segera keluar. Sebelum keluar aku merapikan rambutku,dan mencuci wajahku. Aku pun langsung melangkah ke kelasku. Aku bersikap biasa saja seperti tak ada yang terjadi.***
Hari sudah sore, aku ingin mengajak naruto-kun untuk pergi ketaman untuk refreshing tapi dia sibuk. Akhirnya kuputuskan untuk pergi ketaman sendirian.
Ditaman ini tidak terlalu ramai. Aku berjalan melihat bangku yang kosong yang terletak dekat sebuah pohon yang cukup rimbun. Aku bersenandung kecil sampai aku tiba kesebuah bangku yang aku sebutkan tadi. Aku segera membuka novel yang beberapa hari lalu aku beli ditoko buku. Baru aku akan membaca tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahuku.
“hy hinata-chan” dia... Dia sabaku no gaara. Ia pernah menembakku dulu tapi aku tolak karna aku menyukai naruto-kun. “hy gaara-san. La-lama tidak be-bertemu” “ya. Aku juga terkejut kita bisa bertemu disini. Ngomong-ngomong mana calon tunangan mu itu? Kata orang-orang kau akan segera bertunangan kan?” “eh? Naruto-kun? Di-dia sekarang sedang si-sibuk” “begitu ya. Hey hinata-chan!! Kenapa kau tak mengundangku?” “go-gomen, kita kan sudah la-lama tidak bertemu, ja-jadi aku tak tau ru-rumah gaara-san ada dimana. Ta-tapi kalau gaara-san i-ingin pergi silahkan sa-saja” “begitu ya”
“gaara-kun!!” tiba-tiba ada seorang gadis mempunyai rambut berwarna coklat menghampiri kami. “matsuri-chan? Ada apa?” “gaara-kun... aku sudah capek menunggumu disana tapi kau tak kunjung balik” katanya sambil menunjuk sebuah bangku yang ada dekat dengan kolam ikan. “gomen.. oh ya.. hinata-chan perkenalkan ini matsuri kekasihku” “matsuri” ia mengulurkan tangannya. “hinata” aku balas menyalaminya. “maaf hinata-chan.. kami harus segera pergi iya kan matsuri-chan?” “iya” “jaa hinata-chan” “jaa” kataku sambil melambaikan tangan. mereka pun segera pergi.
Aku melanjutkan bacaan ku yang sempat terhenti tadi. Andai ada naruto-kun disini, aku pasti tak akan kesepian. Sudah satu jam aku disini. Aku pun sudah capek membaca novel ini dari tadi. Aku  memutuskan untuk pergi membeli ice cream yang dijual ditaman ini. Baru aku melangkah, aku melihat sosok seseorang yang sangat ku kenal. “naruto-kun? Apa benar itu dia?” aku pun ingin mendekatinya namun rencanaku gagal saat melihat gadis berambut merah muda mendekatinya. Dia sakura? Bukannya sudah ku bilang agar dia tak mendekati naruto-kun? Tapi kenapa? Kenapa ia bersama naruto-kun? Bukannya naruto-kun sibuk? mereka ber-berpelukan. Apa... apa mereka berdua selingkuh?
Aku pun berjalan kesebuah bangku yang diduduki mereka berdua. “naruto-kun... sakura-chan... apa kalian selingkuh?”
Naruto pov
Aku memiliki janji dengan seseorang yang pernah aku cintai. Ya, dia haruno sakura. Sebenarnya hinata-chan juga mengajak ku kesini tapi aku menolaknya. Aku tak tau perasaannya saat ini.
“naruto.. mulai sekarang kau harus menjadi pacarku” “apa? Sakura besok aku akan bertunangan..” “ya.. aku tau itu. Tapi aku  tetap mau jadi pacarmu, jadi yang kedua buatmu juga tak apa” “hah? Kau sudah gila sakura?” sakura memelukku dan menangis dibahuku. Tanpa ku sadari seorang gadis berambut indigo mendekati kami.
“naruto-kun... sakura-chan.. apa kalian selingkuh?” aku terkejut mendengar suaranya. “eh hinata? Ini semua tidak seperti yang~” kataku yang terputus akibat sakura “ya kami selingkuh.. mau apa kau?” jawab sakura. Aku terkejut. “tidak... hinata tidak.. kami tidak~” ‘plak’ sekarang dipipiku terdapat bekas telapak tangan. Hinata langsung pergi meninggalkan kami.
Hinata pov
Aku tak percaya. Mereka... mereka berdua memang selingkuh. Naruto-kun? Apa ia tidak menyadari sebesar apa cintaku padanya. Ia tau kami akan bertunangan besok, tapi kenapa? Kenapa dia tega melakukan ini semua. Kenapa ia menyakitiku? Apa salahku, sampai ia tega selingkuh dibelakangku? Kalau memang sakura orang yang tepat untuk dia. Aku tidak keberatan.. aku hanya ingin melihat dia tersenyum bahagia didepan ku. End hinata pov
Aku meninggalkan sakura dan segera mengejar hinata. Aku tak tau apa ia memaafkan ku atau tidak. Tapi aku akan berusaha. Aku terus berlari sampai akhirnya kaki ku membawaku ke subuah kebun bunga yang sangat kukenal. Ya, kami (hinata-chan dan aku) memang sering menghabiskan waktu berdua disini.
Tampak seorang gadis berambut indigo sedang menangis dibawah sebuah pohon. Dia hinata-chan. Aku mendekati nya. Dan duduk disampingnya. Munkin karna ia tahu ada orang yang mendekatinya ia langsung melihat dan menundukkan kembali wajahnya. “kenapa kau disini naruto-kun?” “apa aku salah berada disekat kekasihku sendiri?” “ta-tapi bukannya kau se-sekarang bersama sakura-chan?” “dia? Jangan sebut nama dia lagi. Aku sudah muak mendengar namanya. Muak sekali” hening untuk beberapa saat. Sampai aku membuka kembali percakapan. “hinata-chan?” tak ada jawaban “apa kau masih marah padaku? Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan sakura. Ia hanya ingin kita terpisah hinata-chan” diam. Jujur aku muak dengan suasana yang meneganggkan seperti ini. Aku muak. Benar-benar muak. “hinata-chan aku mencintaimu. Kau satu-satunya wanita yang sekarang mengisi hatiku ini. Kau satu-satunya orang yang mengeluarkanku dalam keterpurukan. Kau yang selalu menemaniku dalam suka dan duka. Dan kau satu-satunya orang yang paling kucintai” hinata bicaralah aku mohon. “a-apa itu be-benar naruto-kun?” “kau perlu bukti?” “ti-tidak” aku memeluknya dengan erat “jangan pergi lagi hinata aku mohon” ia balas memelukku. “tak akan naruto-kun”
Besoknya kami jadi bertunangan. Hinata cantik sekali hari ini. Eh? bukannya dia selalu cantik? akhirnya pertunangan kami berjalan lancar. Tak ada yang mengganggu. Aku sangat senang karna sekarang gadis yang ada disebelahku ini akan menjadi milikku selamanya. Dan tak akan ku lepas. Karna ia menepati janji nya yang akan membuatku jatuh cinta padanya. –i wanna make you love me–
*TAMAT *


Pair:NaruHina
Author: hyuuga lavender(divaa)
Disclaimer: naruto/ masashi kishimoto-sensei
Genre: romance, hurt
Warning: GaJe, judul yang gak nyambung sama ceritanya. Abal-abal. OOC, aneh, ceritanya gak masuk akal.


I WANNA MAKE YOU LOVE ME

          Perkenalkan nama ku hyuuga hinata. Anak sulung dari keluarga hyuuga. Ya, keluarga hyuuga adalah keluarga terhormat. Yang mengharuskan ku harus memiliki sopan santun sebagai keturunan bangsawan. Sekarang umurku 15 tahun umur yang cukup wajar untuk meiliki seorang kekasih. Tapi dikeluarga kami tak ada yang namanya pacaran. Ketika aku sudah besar nanti, kami akan dijodohkan dengan orang pilihan yang tentunya juga berasal dari keluarga terhormat. Aku sebenarnya ingin menentang itu semua, tapi aku tak bisa. Memang itu tradisi kami, menjodohkan anak  mereka dengan orang yang tepat –menurut mereka-. Dan rencananya aku akan dijodohkan dengan anak yang bermarga namikaze. Ya, namikaze. Namikaze juga keluarga terhormat. Aku akan dijodohkan dengan namikaze~naruto. Ia teman satu sekolah denganku.Tapi kami tak pernah akrab. Apa lagi aku juga tak pernah sekelas dengannya.
          Tapi aku rasa, kalau aku dijodohkan dengan dia rasanya aku tak keberatan. Aku juga menyukainya, Sangat.. aku suka melihat cengirannya yang khas. Tapi aku tak tau apa ia juga menyukai ku atau tidak. Aku ingin menanyakannya langsung, tapi aku takut, aku tau ia tak suka dengan acara perjodohan ini. Apa lagi aku tau dari teman-teman ku kalau ia menyukai sakura. Tepatnya haruno sakura. Gadis yang agak tomboy menurutku. Ia memiliki rambut pendek berwarna pink seperti buble gum. Aku akui ia memang cantik.  Tentu saja naruto menyukai dia.
          2 bulan lagi umurku menginjak 16 tahun. Dan diumurku ini aku harus segera bertunangan dengan naruto. Malam ini keluarga hyuuga dan keluarga namikaze akan bertemu. Dan aku harus siap-siap agar aku tampil cantik saat pertemuan nanti.***
          ‘Tok,tok,tok’ akhirnya datang, ya itu sahabatku. Namanya yamanaka ino. Dia gadis cantik berambut pirang panjang. Ia datang kesini ingin membantuku untuk merias wajahku. “hy ino-chan. Ayo kita langsung kekamarku” sambil menarik pergelangan tangannya. Aku memang tidak gugup kalau berbicara dengan sahabatku yang satu ini. “boleh aku melihat kimono yang akan kamu pakai hinata-chan?” Aku langsung menguluarkan sebuah kimono berwarna putih dengan warna ungu diujung kimononya. “wah kimono ini bagus sekali” “arigatou ino-chan” “ayo kita mulai merias” kata ino.
          Setelah 2 jam ino selesai merias wajahku. “wah cantik sekali ino,kamu memang berbakat” ino memang sangat pandai. Ini sesuai dengan keinginanku.rambutku disanggul agak tinggi, yang melihatkan leher jenjangku, bedak yang tidak terlalu tebal, eyeshadow berwarna ungu, blush on berwarna merah muda, dan lipstik yang hampir sewarna dengan bibir mungilku ini, pink. “kamu terlihat sangat cantik hinata-chan” “arigatou ino-chan, ini kan berkat kamu juga, oh ya aku harus membayar berapa untuk ini ino-chan?” “ahh, jangan begitu hinata-chan, ini free untuk sahabatku yang akan tunangan ini” sontak wajahku memerah “begitukah? Sekali lagi arigatou ino-chan” “ya sama-sama, aku harus pulang dulu. Jaa hinata-chan” “jaa ino” ino pun segera keluar dari kamarku.
          “nona, ayo segera turun. Acara akan dimulai” seorang pelayan memanggilku. aku pun segera menuruni tangga dari kamarku. Itu dia namikaze naruto. “tou-san aku tak mau ada acara perjodohan ini” kata naruto sambil menarik-narik uujung baju ayahnya “tenanglah naruto, hinata-chan kan anak yang manis dia kan juga baik, kau pasti akan suka dengannya” “tapi tou-san~” “cukup naruto” naruto pun langsung terdiam. Aku pun masuk kedalam ruang acara itu. Semua mata tertuju padaku. Aku sedikit gugup. “wahh, cantik sekali” aku mendengar begitu banyak pujian. “tou-san apa benar itu hinata?” terdengar naruto yang bertanya pada tou-san nya. “iya, itu hinata. Ia cantik kan?” “tidak juga, menurutku lebih cantik sakura-chan” mendengar itu hatiku langsung teriris. Percuma saja aku berdandan seperti ini. Kalau tetap yang paling cantik tetap sakura dimatanya.
          Aku pun segera duduk. Aku sebenarnya ingin pergi dari sini. Aku tau naruto tak akan bisa mencintai ku. Tapi tidak bisakah dia memerhatikanku sedikit saja?
Naruto pov
          Aku akui ia memang cantik, lebih cantik dari sakura-chan. Tapi aku tak bisa mengatakannya karna aku pikir hanya sakura-chan yang  bisa mendapatkan hatiku. Walaupun aku sering ditolak oleh sakura-chan karna ia lebih memilih sasuke-teme, tapi aku tak menyerah. Aku akan segera mendapatkan hatinya.
          Jujur saja, aku tak suka dengan acara pertunangan ini. Aku ingin memillih cintaku sendiri, tanpa campur tangan orang lain. Tapi aku harusnya melupakan sakura-chan. Karna didepan ku, ada seorang gadis yang err.. cantik. Aku tau ia menyukaiku. Aku memang bukan lelaki yang peka, tapi aku tau ia sering memperhatikanku. Dan banyak teman-teman ku yang mengatakan kalau hinata menyukaiku. Ia pasti senang dengan acara pertunangan ini. Aku berharap ini cepat selesai. Tapi kata tou-san, ada acara dimana aku harus mengajak hinata keluar.
Normal pov
          Akhirnya acara pertemuan dua keluarga bangsawan itu pun hampir selesai. Acara terakhirnya dimana seorang remaja pria kuning jabrik atau tepatnya naruto harus berbincang berdua dengan calon tunangannya yaitu hinata. Mereka berdua akan pergi ke konoha garden untuk melihat bintang dari bawah sana.
          Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Sang pemuda yang biasanya cerewet itu tak tau harus ngomong apa. Kalian jangan terlalu berharap kalau gadis hyuuga itu akan berbicara terlebih dahulu. Jangankan berbicara, berjalan di samping pujaan hatinya saja ia hampir mau pingsan “hinata?” seseorang dari mereka memulai pembicaraan “ya, ada apa naruto-kun?” “apa kau suka dengan acara perjodohan ini?” deg~ hinata tak tau akan menjawab apa.disisi lain ia senang ada acara perjodohan ini, tapi disisi lain ia tak senang karna ia tahu naruto tak akan mencintainya “aku-aku..” “sudahlah, aku tau jawabanmu, kau pasti senang kan? Aku tau kau menyukaiku, dan pastinya kau akan senang bertunangan dengan orang yang kau sukai” wajah hinata memerah, dari mana naruto-kun tau? “ano.. ano...” “berbeda dengan ku hinata. Jujur saja, aku tak menyukai acara perjodohan ini” kata naruto sambil menghela nafas “tapi aku masih berharap semoga aku dapat mencintaimu. Jadi,kau harus buat aku untuk mencintaimu!”
Hinata pov
“berbeda dengan ku hinata. Jujur saja, aku tak menyukai acara perjodohan ini” aku sudah tau ia akan berbicara seperti itu. “tapi aku masih berharap semoga aku dapat mencintaimu. Jadi,kau harus buat aku untuk mencintaimu!” semoga naruto-kun bisa mencintaiku “aku akan be-berusaha na-naruto-kun” “yah semoga saja.besok aku akan menjemputmu” deg~ seakan  saat ini darahku berhenti mengalir***
          Apa? Sudah jam 6? Aku harus cepat-cepat mandi. Hari ini naruto-kun berjanji akan menjemputku. Ini merupakan awal yang bagus. Setelah selesai menyiapkan perlengkapan sekolah, aku langsung bergegas keluar kamar.
          “ohayou tou-san, neji-nii, hanabi-chan” “ohayou” jawab mereka serempak “neji-nii, hari ini aku tak bisa berangkat denganmu. Naruto-kun akan menjemputku sebentar lagi” “ya, tak apa”
          Setelah selesai makan aku pun pergi keluar rumah “naruto-kun kok belum datang ya?” baru saja aku berbicara seperti itu, tampak sebuah motor berjenis ninja mendekat kearahku. “ohayou hinata-chan, ayo naik” apa chan? Naruto-kun memanggilku dengan suffix chan? “i-iya” “hinata-chan ayo pegangan kita akan ngebut” aku segera memegang pinggang naruto.
          Akhirnya kami sampai disekolah. Kami langsung disambut oleh kiba. “waah, naruto.. ada hubungan apa kau dengan hinata, sampai berpelukan begitu?” tanya kiba sambil menunjuk tanganku yang masih berada dipinggang naruto.aku pun segera melepaskan peganganku. “tidak ada apa pun kiba-kun” “hinata?kenapa wajahmu memerah?” tanya kiba “kiba, jangan menggoda hinata seperti itu” naruto langsung mengejar kiba yang lebih dahulu berlari.
          “hinata, bagaimana kemarin, apa berjalan lancar?” tanya sahabat pirang ku itu. “seperti yang kau lihat ino-chan, semoga naruto-kun bisa untuk mencintaiku” “apa kau bilang?” “naruto-kun belum  mencintaiku, jadi aku harus membuat dia mencintaiku” “nani? Tapi kau terlihat sangat mesra sekali dengannya, kupikir kau jadian dengannya” “ti-tidak ino-chan”***
          Normal pov
“hy sakura-chan” “kau lagi, kau lagi.. naruto.. apa kau tak bosan mengganggu ku?”tanya sakura sambil melipat tangannya. “sakura, kau jangan kegr-an, temanku yang satu ini sudah memiliki kekasih, munkin akan segera bertunangan! Iya kan naruto?” dasar kiba kata naruto dalam hati “ano..ano.. bu-bukan begitu saku-chan.. aku tidak..” “kalau begitu baguslah. Tapi kau akan bertunangan dengan siapa naruto?” naruto langsung gugup sendiri “jangan kau dengarkan kata kiba, sakura-chan.. aku tidak akan ber-bertunangan kok” “apa dengan hinata-chan? Kau kan sering sekali digosipkan akan bertunangan dengannya!” kata sakura menggoda “apa? Hi-hinata-chan? Itu kan hanya gosip sakura, jangan terlalu kau dengarkan!” “tapi aku merestui hubungan kalian lho!!” kata sakura lalu bergegas pergi karna ia melihat sasuke. “kayaknya memang percuma aku masih mengejar saku-chan, sementara ada gadis lain yang masih menungguku. Tapi aku belum bisa menerima hinata dihatiku” gumamnya dalam hati.
Naruto pov
“hari ini aku akan menunggu hinata-chan pulang, aku tau ia biasanya sebelum pulang sekolah selalu mampir keperpustakaan” ‘dari mana aku tau?bukannya aku tak menyukainya? Tapi kenapa aku bisa tau kalau ia setelah pulang sekolah akan keperpustakaan? Sudahlah itu tak penting’***
“yo, hinata-chan” kataku dengan senyum lima jariku. “na-naruto-kun” “kita akan pulang bersama hari ini” “ta-tapi aku~” “aku tau kau akan keperpustakan, eh hinata?” “ya,ada apa naru-kun?” “begini.. apa kau mau mengajari pr yang diberi sama asuma-sensei?” “eh? ten-tentu saja” aku segera menarik tangan hinata ke perpustakaan, tampaknya ia sedikit terkejut. Tapi ia tak sedikitpun memberontak.
Akhirnya kami sampai ke sebuah ruangan yang cukup besar. Ya, kami telah tiba diperpustakaan. Tampak hanya ada beberapa orang disini. Munkin karna ini sudah jam pulang, jadi tidak terlalu ramai.
“hinata-chan, kita duduk disana saja” kataku, sambil menunjuk sebuah meja dengan dua bangku yang terletak sedikit diujung. “ba-baiklah” kami segera melangkahkan kaki kami kearah meja tersebut. “na-naruto-kun, bo-boleh aku lihat pr-nya?” aku pun segera mengambil sebuah buku yang ada di dalam tasku. “ini hinata-chan” kataku sambil memberikan buku tersebut. Hinata langsung mengambil dan melihat seperti apa pr yang diberikan oleh asuma-sensei. “hmm.. ini pr yang mudah naruto-kun” “ya.. kalau dengan anak lain memang ini pr yang mudah, tapi bagiku? Ini pr yang sangat payah” “baiklah aku akan mengajari naruto-kun”
Ia mengajariku dengan serius. Sekali-kali aku melirik wajahnya yang sedang serius itu, terkadang tatapan kami bertemu “na-naruto-kun? Apa kau su-sudah mengerti?” “aku belum terlalu mengerti sih. Tapi akan kucoba mengerjakannya” “ini, aku sudah membuatkan mu sebuah contoh, kau hanya tinggal membuat pr mu dengan menggunakan rumus ini, bagaimana?apa kau mengerti?” “ya hinata” ia pun segera pergi kedekat rak-rak buku itu, sepertinya ia akan mengembil sebuah buku. Melihat dia aku jadi tak fokus mengerjakan pr ku. Sekali lagi kulirik dia yang sedang berusaha mengambil buku dirak atas. Aku pun segera mendekat kearahnya “apa perlu bantuan hinata-chan?” aku lihat wajahnya memerah “ano.. aku ingin mengambil buku biologi yang ada diatas sana, tapi aku tak sampai” “baiklah akan kutolong” aku pun segera mendekatkan tubuhku kerak buku tersebut dan meraih buku yang dicari hinata “ini” kataku sambil menyerahkan buku bersampul biru tersebut “ arigatou na-naruto-kun” “hinata?” “y-ya ada a-apa naruto-kun?” “kenapa kau selalu gugup ketika berbicara padaku? Padahal ketika kau berbicara dengan kiba kau tidak gugup” “aku me-memang seperti itu ka-kalau bertemu orang ba-baru” “oh begitu, aku harap kamu tidak akan gugup lagi ketika berbicara dengan ku” “baiklah naruto-kun, oh iya, pr yang tadi sudah selesai?” akhirnya ia tak gagap lagi “be-belum, aku masih belum mengerti, ajari aku lagi dong hinata” “baiklah”***
Day by day. Aku lewati bersama hinata. Sepertinya aku mulai menyukainya, apa lagi saat ia mengobati luka-ku saat aku terjatuh dari motor kemarin. Ia mengobatiku dengan sabar. Aku lihat wajahnya yang khawatir melihat luka-ku. “naruto-kun luka yang kemarin apa sudah mengering?” tanyanya “sudah hinata. Ini kan berkat kamu” “itu sudah kewajibanku mengobati calon tu~” “calon tunangan?” sontak wajahnya merah. Memang kami akan tunangan sekitar 1 bulan lagi. “i-iya” sekarang perasaan cintaku sudah mulai tumbuh terhadapnya***
Normal pov
“hy naruto” sapa sakura dengan riang “ya, ada apa?” jawab naruto sedikit dingin “kau kenapa naruto? Biasanya kau selalu bersemangat ketika didekat ku” “bersemangat? Untuk apa aku bersemangat didekat mu?” “tapi biasanya kan kau begitu berisik bila didekatku. Sekarang kenapa kau cuek?” “mau mu itu apa sih sakura?aku berisik salah aku diam salah” “kau berubah naruto, sejak kau bersama gadis hyuuga itu kau sudah tak menyukaiku lagi” “begitukah? Ini tak ada hubungannya dengan hinata-chan. Dan asal kau tau.. kau juga memperlakukan aku seperti ini dulu, tapi aku sadar. Ada seorang gadis yang bisa menerima aku apa adanya. Dia hinata-chan bukan kau” sakura terpaku mendengar apa yang diucapkan naruto. Naruto lalu  begitu saja didepan sakura.  ‘sakura berjanji akan membalaskan ini semua kepada anak bermarga hyuuga itu’***
Seorang gadis berambut indigo panjang memasuki kelas. Ia baru saja dari kantin. Ia melangkahkan kakinya kesebuah bangku. Diatas bangku itu terdapat sebuah kertas. “ini kertas apa?” ia tepatnya hinata mengambil kertas itu. Dibacanya isi yang ada didalam kertas itu –hyuuga-san, temui aku dilantai atas sekolah. Aku ada perlu denganmu. Oh ya, hanya kita berdua *sakura – “sakura? Ada apa ya?” ia pun berlari kelantai paling atas sekolah. Dan melihat sakura yang sedang duduk diatas sebuah bangku yang ada disana. “kau sudah datang hyuuga?” “ada apa sakura-chan?” “kau bilang ada apa? Harusnya kau tau jawabannya” “maksudmu apa sakura-chan,aku tidak mengerti” “kau tahu? Kau sudah mengambil naruto dari ku” kata sakura sambil menjambak rambut hinata “kau telah membuat naruto jauh dariku, dingin terhadapku~” “sakit sakura chan.tapi, bukankah kau telah menolak na~” ‘plak’sakura menampar pipi hinata. Terlihat bekas jari dipipi hinata “dan satu lagi kau telah membuat naruto membenci ku” sakura meninggalkan hinata yang sudah tak berdaya. Rambutnya yang tergerai indah kini telah kusut. Baju seragamnya pun begitu. “kau disini ru.. hinata kau kenapa? Tanya seorang gadis pirang. “hey pipimu kenapa hinata. Siapa yang berani menampar sahabat ku ini. Apa dia tak tau aku pernah mematahkan tangan seseorang yang berani menyinggung perasaan sahabat ku ini?” “ti-tidak a-ada ino-chan” “jangan berbohong hinata. apa jangan-jangan sakura? Aku melihatnya habis turun dari sini, dan melihat suratnya yang ada diatas bangkumu” hinata hanya diam. “apa benar hinata, jawab aku!!” “i-ino tolong rahasiakan ini kepada naruto-kun, aku takut ia akan marah pada sakura-chan. Aku akan menceritakan semua dirumah nanti” baiklah, apa kau mau pulang hinata-chan? Aku akan meminta izin kepada guru piket” “baiklah ino-chan”***
“ino?” “ya ada apa naruto?” “apa kau melihat hinata? Dari tadi aku tak melihatnya?” “ano..ano.. ia sakit kepala, munkin hanya butuh istirahat. Kata hinata-chan.. kau tak usah melihatnya. Ia sedang ingin istirahat” “oh begitu”***
Naruto pov
Akhirnya bel sekolah berbunyi. Aku langsung memasukkan bukuku dan pergi keluar. Biasanya aku akan pulang bersama hinata-chan,tapi sekarang ia sedang sakit. “eh, sakura kau apakan saja si hyuuga bodoh itu?” hyuuga? ada yang tidak beres nih, naruto segera bersembunyi dibalik sebuah tembok. “maksudmu hinata? Aku hanya menghardik, menjambak rambutnya, dan menamparnya” “apa kau tidak takut kalau naruto tau?” “takut? Untuk apa? Aku hanya memberi pelajaran kecil kepada gadis keturunan hyuuga itu” “kalau naruto tau ia pasti akan mem~” “aku mendengar semua sakura!! Jadi hinata tak masuk gara-gara kau? Kau sudah keterlaluan sakura. Mulai sekarang jangan dekati aku lagi!” “naruto.. naruto berhenti. tolong dengarkan aku..” yang dipanggil pun berhenti berjalan. “kau marah hanya karna gadis hyuuga itu? Dia telah merusak semuanya naruto, kau tau kita sudah berteman lebih dari 5 tahun. Dan sekarang dia telah merusak semuanya. Aku sadar.. aku sadar kalau sekarang aku mencintaimu naruto. Karna sekarang sasuke telah bersama karin. Aku~” “jadi kau menjadikanku sebagai tempat pelampiasan sakura? Kau ditolah oleh sasuke dan sekarang kau mengejarku? Disaat aku telah bersama orang lain kau malah mengejarku? Maaf sakura, aku tak bisa” kulihat air matanya meleleh. Apa dia tau dulu perasaan ku bagaimana? Apa dia tau aku sering dicaci makinya? Aku tak akan mau mencintai orang yang telah menginjak harga diriku.aku bingung mau kemana. akhirnya aku pun berencana akan pergi ke hyuuga mansion. Tempat dimana hinata tinggal.
Tok-tok-tok aku mengetuk pintu mansion hyuuga tersebut. Keluar anak kecil yang memiliki mata sama dengan hinata. “haloo hanabi-chan. Apa hinata-chan ada?” “ada, ia sedang didalam kamar, silahkan masuk namikaze-san” aku pun pergi kekamar hinata. “hinata buka pintunya. Ini aku.. naruto” aku tak mendapat jawaban apapun. Kuputuskan untuk membuka pintunya. Benar saja, pintunya tidak dikunci. Aku melihat hinata sedang tidur diatas kasurnya. “hinata-chan? Apa kamu masih sakit?” tak ada jawaban. “hinata-chan~” “aku baik-baik saja naruto-kun” hening. “kamu bisa jelaskan semuanya hinata-chan?tentang sakura yang membuatmu sakit? Aku sudah tau semuanya!” “kamu tidak menyakiti sakura-chan kan naruto-kun?” “hinata, lihat dirimu, disaat kamu sakit, masih sempat kamu menanyakan orang yang telah membuat kamu sakit, kamu itu terlalu baik hinata”
Hinata memang orang yang baik, seperti yang dikatakan tou-san, tapi ini sungguh keterlaluan. Segitu mudahnya ia memaafkan orang yang telah membuat dia tersakiti.
“aku hanya tak ingin ada orang yang membenciku naruto-kun” “hinata, jika sakura masih menyakitimu, bilang padaku ya” hinata hanya menggangguk kecil. “hinata, bagaimana kalau kita pergi berjalan-jalan sebentar.untuk menenangkan pikiranmu” “baiklah naruto-kun.. tapi kita akan kemana?” “ra-ha-si-a.. aku memiliki tempat yang hanya aku saja yang tau, dan kamu akan menjadi orang pertama yang akan aku ajak kesana” “benarkah? Seperti apa tempatnya naruto-kun?” “aku bilang kan rahasia, jadi kau tak boleh tau..” kataku sambil mencubit batang hidungnya.
Kami pun segera menaiki sepeda yang dimiliki hinata. Karna tadi pas aku pergi kerumah hinata, aku tak membawa kendaraan. “apa tempatnya jauh naruto-kun?” “kasih tau gak yah...? gak kok deket sini juga...” disepanjang perjalanan aku selalu bercerita dengan hinata. Kulihat senyumnya yang tadi memudar kini telah kembali.
Setelah kurang lebih 10 menit, akhirnya kami sampai ketempat yang selalu membuatku tenang. Ya didekat sini memang ada  kebun bunga. Tapi bunganya didominasi oleh bunga lavender.
“apakah bagus hinata-chan?” kulihat senyumnya mengembang “baguss sekali naruto-kun.. aku sangat suka, disini tenang sekali” hinata pun berlari mendekati bunga-bunga yang ada disana. Kulihat dia sangat riang, hinata menari-nari kecil dikebun itu. Lavender? Mataku tertuju kesetangkai bunga yang ada didepanku. Aku pun memetik lavender itu dan berlari mendekati hinata.
“hinata-chan...” ia pun menoleh kearahku. Aku mendekatkan wajahku kedekat wajahnya.dekat.. semakin dekat.. hey!! Kalian jangan salah sangka dulu. Aku tak akan menciumnya. Walaupun dia adalah calon tunangan ku, tapi aku tak berani seperti itu. Aku bisa saja dibunuh paman hiashi(ayah hinata) Aku hanya ingin mengawasi anak rambut yang menghalangi wajahnya. Aku pun menyelipkan sebuah bunga lavender ke dekat telinganya. Wajahnya pun bersemu merah.
“warna bunganya mirip dengan matamu hinata” dia sangat terlihat cantik. Eh? Bukannya dia memang selalu cantik? Terkadang aku heran. Kenapa aku masih mengejar sakura, sementara ada gadis cantik yang sedang menungguku.
“hinata...” “ya, ada apa naruto-kun?” “aku... aku... aku rasa aku mulai mencintaimu dan aku sekarang sudah mulai melupakan sakura, aku juga mulai menerima acara perjodohan itu” “aku tau itu naruto-kun, karna aku melihat dari matamu kau hanya mengagumi sakura, bukan menyukainya”
Sejak kejadian itu aku dan hinata semakin dekat. Semakin.. akhirnya besok tiba ulang tahun hinata.. ya, ulang tahun hinata memang langsung diadakan dengan acara pertunangan kami. Aku mulai menantiakan saat itu tiba.
Tepat 2 hari sebelum ulang tahun hinata. Aku pun mengajak hinata membeli sebuah kalung yang 3 hari lalu kami lihat ditoko perhiasan. Kalung yang sangat cantik. kalung itu memiliki sebuah permata berwarna lavender.aku akui kalung itu memang mahal. Tapi untuk keluarga kami? Kalung itu tidak seberapa. Bukannya aku bermaksud sombong, tapi memang itu faktanya.
Kami pun berjalan ketempat toko perhiasan tersebut, karna memang cukup dekat dari hyuuga mansion. Diperjalanan kami bertemu sakura.tampaknya sakura masih tak menyukai kedekatan kami. “ohayou sakura-chan” sapa kami ramah “ohayou” balasnya dingin. Munkin ia masih marah, tapi tak apalah.
Sakura pov
Enak sekali hyuuga itu menggenggam erat tangan naruto-kun, aku tau mereka besok akan tunangan, tapi aku tak rela. Aku tak rela naruto-kun akan bertunangan dengan si hyuuga itu.naruto kan baru kenal dengan hinata.sedangkan dengan ku? Kami sudah kenal sejak lama. Sejak kecil tepatnya. Melihat mereka sungguh mesra, ih... membuat ku hampir muntah. Apalagi mereka menyapaku. Kalau naruto-kun yang menyapaku sih tak apa-apa. Tapi, si hyuuga hinata itu juga ikut menyapaku, aku jadi ingin menjambak kembali rambutnya. End sakura pov
“naruto-kun.. kok sakura-chan jadi sedingin itu sih? Tanya  hinata kepadaku. “entahlah hinata...” aku masih kepikiran. Apa benar si sasuke-teme itu meninggalkan sakura. Padahal aku tau kalau sasuke-teme itu juga menyukai sakura. Aneh sekali. Mana munkin si sasuke-teme itu lebih memilih karin. Jelas-jelas sasuke pernah bilang kalau sifat karin itu sungguh memuakkan.
Akhirnya kami sampai ketoko perhiasaan tersebut. “yang ini berapa paman?” tanyaku sambil memegang kalung itu. “itu 55 juta. Tapi untuk pasangan yang akan menikah seperti kalian.. aku diskon, jadi 35  juta” “waah.. terimakasih paman. Kami akan membeli kalung ini” kataku sambil memberikan uang. Wajah hinata terlihat senang sekali.
Besoknya
Aku sedang berbicara dengan kiba. Sampai ada orang yang menghentikan pembicaraan ku dan menarikku menjauh dari kiba. “naruto-kun.. kau harus ikut aku” tiba-tiba saja gadis berambut pink ini mencengkram tanganku erat. Ia membawa ku kebelakang gedung sekolah.
“sakura.. lepaskan” kataku sambil memberontak. Akhirnya ia melepaskan ku. “kau ini.. kenapa sampai menarik~” “aku mau pertunangan kalian dibatalkan..!!” belum sempat aku menyelesaikan kalimat ku ia segera memotong perkataan ku. Aku terkejut mendengar ucapannya. “apa kau bilang? Seenaknya saja kau bicara.. percuma saja kalau kau akan membatalkan pertunangan kami. Kau tetap tak akan bisa... sekeras apa pun kau berusaha... kau tak akan bisa!!” ku lihat ia menangis. Jujur.. aku tak tahan melihat seorang wanita menangis. Tapi kenapa? Disaat aku mulai melupakannya, ia datang padaku.
“aku mohon naruto hiks... aku mo-mohon” “sakura.. maaf.. aku tak bisa..” “naruto.. aku ternyata lebih memilih gadis yang baru kau kenal dibandingkan denganku?” aku hanya terdiam “maaf.. sakura aku benar-benar tak bisa” aku pun segera pergi meninggalkan sakura.
“naruto-kun?” tiba-tiba aku mendengar suara lembut seorang yang sedang tak ingin ku temui. “ada apa hinata? Jawabku dingin
Hinata pov
Aku ingin mengajak naruto-kun untuk pergi ketaman nanti sore. Aku pun berjalan menuju kelas naruto-kun. Aku lihat ternyata naruto-kun tak ada. Aku bertanya pada kiba-san. Katanya ia ditarik paksa oleh sakura, dan kiba tak tau sakura membawa naruto kemana. Aku pun mencari-cari naruto-kun. Sampai aku melihat seorang pria tegap.rambutnya berwarna pirang mencolok. Aku heran kenapa wajah nya kusut begitu. Harusnya sekarang dia kan berbahagia karna besok kami akan bertunangan. Sebenarnya dia kenapa? Apa jangan-jangan karna sakura? Ah.. tidak...tidak.. aku tak boleh berprasangka buruk keorang lain.
“naruto-kun?” tanyaku heran. “ada apa hinata?” dia menjawab dingin sekali. Aku jadi takut. “ano..ano.. naruto-kun, apa bisa nanti kita ketaman? Aku~” “maaf hinata.. aku sibuk nanti sore.. jadi maaf” katanya sambil melaluiku. Kenapa? Padahal besok kami akan bertunangan. Tapi kenapa naruto sedingin itu padaku? Apa salahku? Bukannya dia yang bilang dia sudah mulai menyukaiku?.
Aku pun berjalan dengan pelan, tetapi tiba-tiba saja seorang gadis menarikku ke sebuah wc sekolah. Aku tau dia sakura. Aku berusaha memberontak. ‘plak’ tangannya menampar ku!! Lalu ia menjambak rambutku.
“kau harus menjauhi naruto!!” aku terdiam. Menjauhi naruto? Aku tak bisa. Kami akan bertunangan besok. “dan kau juga harus membatalkan pertunangannya” aku tak mau harga diriku diinjak-injak lagi. Ini adalah saatnya aku membela diriku dan juga cintaku. Aku tak akan jadi gadis cengeng yang Cuma bisa menangis. “haruno-san. Seperti apa pun kau berjuang aku tak akan menyerahkan naruto-kun kepadamu. Tak akan” kataku sambil melepaskan tarikan tangannya dirambutku secara paksa. “berani melawan eh?” ‘plak’ sekarang dipipinya terdapat bekas telapak tanganku. “bukan lagi berani melawanmu, tapi aku juga berani membunuhmu” kataku sambil menjambak rambutnya. tampak raut wajahnya langsung berubah “kau pikir aku takut padamu haruno? Tidak!! Aku tidak pernah takut. Aku hanya menjaga tata krama ku saja sebagai penerus clan hyuuga yang mengharuskanku bersikap sopan. Dan asal kau tau, aku ini memiliki banyak uang, aku bisa saja menyewa pembunuh bayaran untuk membunuhmu”
Dia pikir dia siapa? Beraninya melawanku. Aku memang pemalu, tapi aku tak suka harga diriku diinjak-injak hanya karna aku pemalu. “apa? Kau mau membunuhku? Hinata itu terlalu kejam. Kita bisa selesai kan ini secara baik-baik” apa katanya? Baik-baik? Kalau dia tau begitu kenapa selama ini dia tidak bicarakan dengan baik-baik? “kau... ini sudah selesai.. jangan kau dekati lagi naruto-kun, atau aku tak segan-segan membunuhmu” heyy, aku hanya mngancamnya. Aku tak mungkin melakukan itu sungguhan kan? Aku ini masih punya hati nurani. Tak seperti gadis berambut pink didepanku ini!! “baiklah kalau itu mau mu, aku tak akan mengganggumu dengan naruto. Lagian, aku masih menyayangi nyawaku” sesantai itu kah jawabannya? Aku segera melepaskan jambakanku dari rambutnya. Ia pun segera keluar. Sebelum keluar aku merapikan rambutku,dan mencuci wajahku. Aku pun langsung melangkah ke kelasku. Aku bersikap biasa saja seperti tak ada yang terjadi.***
Hari sudah sore, aku ingin mengajak naruto-kun untuk pergi ketaman untuk refreshing tapi dia sibuk. Akhirnya kuputuskan untuk pergi ketaman sendirian.
Ditaman ini tidak terlalu ramai. Aku berjalan melihat bangku yang kosong yang terletak dekat sebuah pohon yang cukup rimbun. Aku bersenandung kecil sampai aku tiba kesebuah bangku yang aku sebutkan tadi. Aku segera membuka novel yang beberapa hari lalu aku beli ditoko buku. Baru aku akan membaca tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahuku.
“hy hinata-chan” dia... Dia sabaku no gaara. Ia pernah menembakku dulu tapi aku tolak karna aku menyukai naruto-kun. “hy gaara-san. La-lama tidak be-bertemu” “ya. Aku juga terkejut kita bisa bertemu disini. Ngomong-ngomong mana calon tunangan mu itu? Kata orang-orang kau akan segera bertunangan kan?” “eh? Naruto-kun? Di-dia sekarang sedang si-sibuk” “begitu ya. Hey hinata-chan!! Kenapa kau tak mengundangku?” “go-gomen, kita kan sudah la-lama tidak bertemu, ja-jadi aku tak tau ru-rumah gaara-san ada dimana. Ta-tapi kalau gaara-san i-ingin pergi silahkan sa-saja” “begitu ya”
“gaara-kun!!” tiba-tiba ada seorang gadis mempunyai rambut berwarna coklat menghampiri kami. “matsuri-chan? Ada apa?” “gaara-kun... aku sudah capek menunggumu disana tapi kau tak kunjung balik” katanya sambil menunjuk sebuah bangku yang ada dekat dengan kolam ikan. “gomen.. oh ya.. hinata-chan perkenalkan ini matsuri kekasihku” “matsuri” ia mengulurkan tangannya. “hinata” aku balas menyalaminya. “maaf hinata-chan.. kami harus segera pergi iya kan matsuri-chan?” “iya” “jaa hinata-chan” “jaa” kataku sambil melambaikan tangan. mereka pun segera pergi.
Aku melanjutkan bacaan ku yang sempat terhenti tadi. Andai ada naruto-kun disini, aku pasti tak akan kesepian. Sudah satu jam aku disini. Aku pun sudah capek membaca novel ini dari tadi. Aku  memutuskan untuk pergi membeli ice cream yang dijual ditaman ini. Baru aku melangkah, aku melihat sosok seseorang yang sangat ku kenal. “naruto-kun? Apa benar itu dia?” aku pun ingin mendekatinya namun rencanaku gagal saat melihat gadis berambut merah muda mendekatinya. Dia sakura? Bukannya sudah ku bilang agar dia tak mendekati naruto-kun? Tapi kenapa? Kenapa ia bersama naruto-kun? Bukannya naruto-kun sibuk? mereka ber-berpelukan. Apa... apa mereka berdua selingkuh?
Aku pun berjalan kesebuah bangku yang diduduki mereka berdua. “naruto-kun... sakura-chan... apa kalian selingkuh?”
Naruto pov
Aku memiliki janji dengan seseorang yang pernah aku cintai. Ya, dia haruno sakura. Sebenarnya hinata-chan juga mengajak ku kesini tapi aku menolaknya. Aku tak tau perasaannya saat ini.
“naruto.. mulai sekarang kau harus menjadi pacarku” “apa? Sakura besok aku akan bertunangan..” “ya.. aku tau itu. Tapi aku  tetap mau jadi pacarmu, jadi yang kedua buatmu juga tak apa” “hah? Kau sudah gila sakura?” sakura memelukku dan menangis dibahuku. Tanpa ku sadari seorang gadis berambut indigo mendekati kami.
“naruto-kun... sakura-chan.. apa kalian selingkuh?” aku terkejut mendengar suaranya. “eh hinata? Ini semua tidak seperti yang~” kataku yang terputus akibat sakura “ya kami selingkuh.. mau apa kau?” jawab sakura. Aku terkejut. “tidak... hinata tidak.. kami tidak~” ‘plak’ sekarang dipipiku terdapat bekas telapak tangan. Hinata langsung pergi meninggalkan kami.
Hinata pov
Aku tak percaya. Mereka... mereka berdua memang selingkuh. Naruto-kun? Apa ia tidak menyadari sebesar apa cintaku padanya. Ia tau kami akan bertunangan besok, tapi kenapa? Kenapa dia tega melakukan ini semua. Kenapa ia menyakitiku? Apa salahku, sampai ia tega selingkuh dibelakangku? Kalau memang sakura orang yang tepat untuk dia. Aku tidak keberatan.. aku hanya ingin melihat dia tersenyum bahagia didepan ku. End hinata pov
Aku meninggalkan sakura dan segera mengejar hinata. Aku tak tau apa ia memaafkan ku atau tidak. Tapi aku akan berusaha. Aku terus berlari sampai akhirnya kaki ku membawaku ke subuah kebun bunga yang sangat kukenal. Ya, kami (hinata-chan dan aku) memang sering menghabiskan waktu berdua disini.
Tampak seorang gadis berambut indigo sedang menangis dibawah sebuah pohon. Dia hinata-chan. Aku mendekati nya. Dan duduk disampingnya. Munkin karna ia tahu ada orang yang mendekatinya ia langsung melihat dan menundukkan kembali wajahnya. “kenapa kau disini naruto-kun?” “apa aku salah berada disekat kekasihku sendiri?” “ta-tapi bukannya kau se-sekarang bersama sakura-chan?” “dia? Jangan sebut nama dia lagi. Aku sudah muak mendengar namanya. Muak sekali” hening untuk beberapa saat. Sampai aku membuka kembali percakapan. “hinata-chan?” tak ada jawaban “apa kau masih marah padaku? Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan sakura. Ia hanya ingin kita terpisah hinata-chan” diam. Jujur aku muak dengan suasana yang meneganggkan seperti ini. Aku muak. Benar-benar muak. “hinata-chan aku mencintaimu. Kau satu-satunya wanita yang sekarang mengisi hatiku ini. Kau satu-satunya orang yang mengeluarkanku dalam keterpurukan. Kau yang selalu menemaniku dalam suka dan duka. Dan kau satu-satunya orang yang paling kucintai” hinata bicaralah aku mohon. “a-apa itu be-benar naruto-kun?” “kau perlu bukti?” “ti-tidak” aku memeluknya dengan erat “jangan pergi lagi hinata aku mohon” ia balas memelukku. “tak akan naruto-kun”
Besoknya kami jadi bertunangan. Hinata cantik sekali hari ini. Eh? bukannya dia selalu cantik? akhirnya pertunangan kami berjalan lancar. Tak ada yang mengganggu. Aku sangat senang karna sekarang gadis yang ada disebelahku ini akan menjadi milikku selamanya. Dan tak akan ku lepas. Karna ia menepati janji nya yang akan membuatku jatuh cinta padanya. –i wanna make you love me–
*TAMAT *